BorneoFlash.com, SENDAWAR - Berawal dari seringnya tersangkut jaring penangkap ikan yang dipasang warga kampung.
Seekor buaya yang mempunyai ukuran cukup besar dengan panjang hampir mencapai 4 meter.
Akhirnya dipelihara oleh salah satu keluarga yang berada di Kampung Muara Batuq, Kecamatan Mook Mannor Bulatn, Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
Adalah keluarga ibu Kamsiah (64), yang sudah memelihara buaya tersebut hingga mencapai 20 tahun lamanya.
Dimana buaya tersebut ditangkap sejak tahun 1986 di sungai sekitaran kawasan kampung oleh orang tuanya.
"Waktu itu ditangkap oleh bapak, karena sering tersangkut di jaring. Sudah beberapa kali dilepaskan, tapi terus menerus tersangkut. Jadi diambil saja untuk dibawa pulang," beber Kamsia.
Diceritakannya pula bahwa setelah ditangkap, buaya tersebut hanya diam dan tidak berontak sama sekali.
Bahkan saat kandang yang dibuatkan untuk buaya ini tinggal roboh, dan sang buaya terlepas di halaman rumahnya.
Sama sekali tidak pergi kembali ke sungai yang hanya berjarak 50 meter. Serta tidak juga mengganggu para tetangga yang ada di sekitaran.
"Malahan sama bapak dulu digendong untuk kembali dimasukkan kedalam kandang yang tempatnya di atas rumah," ucapnya.
Keberadaan buaya ini memang tidak diyakini mempunyai suatu makna tersendiri oleh keluarga Kamsiah. Menurutnya, buaya tersebut hanya membutuhkan teman bermain saja.
Sehingga sekarang buaya ini sampai dianggap layaknya anggota keluarga.
"Tidak ada (makna) apa-apa Kalau untuk makannya, biasanya kita belikan ikan saja, itupun kadang seminggu 3 kali," bebernya.
Sementara itu, tidak hanya buaya yang dipelihara oleh keluarga Kamsiah, keberadaan buaya rawa ini juga sering terlihat di sungai oleh beberapa warga di kampung tersebut.
Meskipun hingga sekarang ini tidak pernah ada kejadian yang dialami oleh warga. Namun kewaspadaan dan kehati-hatian tetap diutamakan oleh masyarakat sekitar ketika pergi turun ke sungai.
"Sering terlihat, tapi tidak pernah mereka mengganggu kami, begitu juga kami, tidak ingin mengganggu mereka. Mungkin ini petuah, sejak ada buaya ini tidak ada juga kejadian. Tapi untuk anak-anak, memang selalu kami minta untuk tidak ke sungai karena mereka sering terjun mandi disana," tambah Markus warga sekitar.
(BorneoFlash.com/Lis)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar