Disdikbud Kota Balikpapan

Disdikbud Balikpapan: Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka Berjalan Lancar

lihat foto
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah Dasar (SD) Negeri 003 Jl Wiluyo Puspoyudo, Klandasan Ulu, Balikpapan Kota beberapa waktu lalu. Foto : BorneoFlash.com/DOK.
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah Dasar (SD) Negeri 003 Jl Wiluyo Puspoyudo, Klandasan Ulu, Balikpapan Kota beberapa waktu lalu. Foto : BorneoFlash.com/DOK.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan memastikan hasil dari evaluasi hasil dari penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas berjalan lancar dan aman.

Hal tersebut, dipastikan setelah ditetapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 di Kota Balikpapan, terhitung mulai Selasa, 5 Oktober hingga Senin, 18 Oktober 2021 hari ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Muhaimin mengatakan, Pemerintah Kota Balikpapan akan melakukan evaluasi terhadap PTM terbatas yang sudah dimulai secara berkala.

Evaluasi perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pembelajaran secara tatap muka yang dilaksanakan apakah berjalan dengan lancar atau tidak.

"Alhamdulillah. Yang sudah kita laksanakan selama satu minggu mulai dari PAUD, SD dan SMP Alhamdulillah tidak ada masalah yang berarti yah," ujarnya, Senin (18/10/2021).

Meski demikian, dirinya berharap tidak terjadi cluster di sekolah.

Untuk dirinya juga meminta agar penerapan protokol kesehatan di setiap sekolah dilakukan secara ketat sesuai dengan instruksi pemerintah kota Balikpapan.

"Alhamdulillah mudah-mudahan tidak terjadi, tidak ada klaster di sekolah," jelasnya.

Lebih lanjut diterangkannya, dengan adanya PTM ini juga akan menambah siswa yang akan ikut yang awalnya masih ragu-ragu, baik itu dari orang tua maupun dari siswanya.

Karena seluruh pihak yang terlibat langsung menyambut positif dengan merespon penerapan protokol kesehatan secara ketat sesuai instruksi pemerintah.

"Karena juga ada anak-anak yang divaksin dua kali terutama di SMP.

Kemudian yang kedua juga yang orang tua awalnya ragu-ragu itu juga sudah mulai banyak yang mengikutkan anaknya untuk PTM terbatas," bebernya.


Tak hanya itu, Muhaimin juga katakan, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana perkembangan pembelajaran secara tatap muka apakah berjalan lancar atau tidak.

Oleh karena itu, pihaknya juga akan melihat masukan dari puskesmas yang ada di wilayah dekat sekolah tersebut dan monitoring yang dilakukan pihak Kecamatan dan Kelurahan.

Evaluasi secara berjenjang, dia katakan penting untuk dilakukan. Dalam rangka melihat sejauh mana proses belajar dan mengajar berjalan terutama dari aspek kesehatan guna mencegah potensi penularan virus corona di setiap sekolah.

Untuk penerapan PTM selanjutnya, dirinya jelaskan, masih melihat terlebih dahulu apakah Balikpapan masih di berada di PPKM level 2 dan menunggu keputusan pemerintah Pusat dan Kota.

Dan Jika masih bisa menerapkan PTM, pihaknya masih melakukan PTM terbatas dengan yang dilakukan sebelumnya.

"Kita juga tidak boleh juga langsung mentang-mentang status Covid-19 kita rendah tiba-tiba kita langsung ngotot misalnya langsung 75 persen, tidak bisa begitu," bebernya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Muhaimin. Foto : BorneoFlash.com/Muhammad Eko.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Muhaimin. Foto : BorneoFlash.com/Muhammad Eko.

Dia juga menambahkan, pihaknya akan melakukan pelaksanaan PTM dengan terbatas dan bertahap.

Dengan melihat tingkat kasus Covid-19 dan pencapaian vaksinasi anak sekolah.

"Bertahap sampai situasi dan kondisi benar-benar memungkinkan dan aman, sambil menunggu pelaksanaan vaksin di sekolah-sekolah yang sekarang baru sekitar 71 persen yang di SMP," pungkasnya.

(BorneoFlash.com/Eko)
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar