BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Dalam rangka Memperingati HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, Komunitas Mural Balikpapan menuangkan kreasi melalui gambar bertemakan Survive (Bertahan Hidup) di Kawasan Jalan Agung Tunggal, Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Selatan pada Selasa (17/8/2021).
Orus selaku seniman Mural, Graffiti Balikpapan mengatakan. Kegiatan tersebut juga juga menyikapi viralnya penghapusan mural Jokowi 404:Not Found di media sosial menjadi perhatian publik dikarenakan terdapat pro dan kontra.
"Disini kami coba mengapresiasikan dengan cara-cara yang baik. Artinya tidak semua Mural dan Graffiti itu tidak baik. Ada hal-hal positif yang bisa kami lakukan,"ujarnya.
Adapun tema yang digambar pada saat itu direncanakan mengusung tema hitam, putih dan gray. Dan kalau untuk graffiti nya kami menggunakan warna putih dengan line merah, dan karakternya berwarna gray.
"Kami juga sudah izin dengan pihak RT. Dan RT juga menyambut baik," ucapnya.
Untuk graffiti ini ditargetkan penyelesaian nya sehari saja. Ada 10 orang yang ikut membantu proses penggambaran.
Sementara itu ditanya mengenai penggunaan Pilox untuk menggambar. Dia katakan, memanfaatkan dana iuran bersama dengan teman-teman yang lain.
Sehingga dengan demikian diharapkan kedepan seni visual di Balikpapan bisa ikut naik.
"Paling tidak kami harapkan seni visual di Balikpapan ini bisa naik atau terangkat. Sehingga muda-mudi yang menyukai seni visual dapat diarahkan ke hal-hal yang positif, sehingga tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif dan membesarkan nama graffiti,"bebernya.
Berkaitan dengan aktivitas Mural dan Graffiti ini dia katakan sampai sejauh ini di Balikpapan tidak ada yang menentang. Bahkan dirinya mengaku selalu di bantu selama itu positif.
Bahkan dirinya juga katakan, keahlian mural dan graffiti ini bisa menghasilkan uang jika dimanfaatkan secara positif.
Seperti halnya terdapat permintaan menggambar sesuatu itu mereka dapat membantu untuk menggambarkan. Dan saat ini sudah berjalan dibeberapa tempat.
"Biasanya Rp 500 ribu per meternya. Itu bahan dari mereka, yang meminta kami untuk menggambar," pungkasnya.
(BorneoFlash.com /Eko)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar