Berita Nasional Terkini

Budi Hartono, Bos Djarum & Orang Terkaya RI Surati Jokowi Tolak PSBB

lihat foto
Budi Hartono, Bos Djarum & Orang Terkaya RI Surati Jokowi Tolak PSBB
Presiden Joko widodo dan Pengusaha Budi Hartono.Foto/Bisnis.com

Dia menyampaikan Our world in Data, salah satu organisasi terkemuka dalam hal Global Covid Reasearch, menujukkan Indonesia, bersama Korea Selatan, Taiwan, Lithuania adalah nengara-negara yang disebut berhasil meredam virus corona.

Namun, menurutnya, ada beberapa langkah perbaikan yang perlu dilakukan untuk mengendalikan laju peningkatan infeksi di Indonesia pada umumnya, dan DKI jakarta pada khususnya. Langkah-langkah itu sebagai berikut:
  1. Penegakan aturan dan memberikan sanksi-sanksi atas tidak disiplinnya sebagian kecil masyarakat kita dalam kondisi new normal. Tugas untuk memberikan sanksi atau hukuman tersebut adalah tugas kepala daerah dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta. Jadi jangan karena membesarnya jumlah kasus terinfeksi Covid-19 kemudian gubernur mengambil satu keputusan jalan pintas yang tidak menyelesaikan permasalahan sebenarnya.
  2. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bersama-sama meningkatkan kapasitas isolasi masyarakat (contoh kontainer ber-AC di tanah kosong) sehingga tidak melebihi kapasitas maksimum ICU di Jakarta.
  3. Pemerintah harus melaksanakan tugas dalam hal testing, isolasi, tracing,dan treatment. Sejauh ini masih banyak kekurangan dalam hal isolasi dan contact tracing.
  4. Perekonomian tetap harus dijaga sehingga akivitas masyarakat yang menjadi motor perekonomian yang dapat terus menjaga kesinambungan kehidupan masyarakat kita hingga pandemi berakhir. Melaksanakan PSBB yang tidak efektif berpotensi melawan keinginan masyarakat yang menghendaki kehidupan new normalbaru, hidup dengan pembatasan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan lain-lain.
"Masyarakat lebih takut kehilangan pekerjaan dan pendapatan serta kelaparan daripada ancaman penularan Covid-19. Beberapa lembaga survei menunjukan hasil riset seperti itu. Di antaranya adalah lembagai survei Vox Populi, CPCS dan Indobarometer, di mana masyarakat rata-rata di atas 80 persen tidak menghendaki adanya PSBB kembali." Bisnis mencoba menghubungi Arman W Hartono, anak dari Budi Hartono yang juga Wadirut BCA, tetapi tidak direspons. Begitu juga Staf Ahli Presiden Jokowi Dini Purwono juga tak membalas pesan singkat untuk meminta informasi perihal surat tersebut.
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar