Pemprov Kaltim

Ancaman ISPA di Tengah Kabut Asap, 20 Puskesmas Disiapkan Jadi Rumah Oksigen

lihat foto
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin. Foto: BorneoFlash.com/Nur Ainunnisa
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin. Foto: BorneoFlash.com/Nur Ainunnisa

Berdasarkan data terkini, jumlah kasus ISPA dalam satu pekan telah kembali menembus angka lebih dari 9.000 kasus.

Sementara data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kementerian Kesehatan menunjukkan kasus kumulatif tertinggi berada di sejumlah wilayah dengan jumlah penduduk yang relatif besar.

Balikpapan mencatat kasus kumulatif tertinggi dengan 66.468 kasus, disusul Samarinda sebanyak 48.230 kasus dan Kutai Kartanegara sebanyak 29.453 kasus.

“Kota Balikpapan mencatatkan kasus tertinggi dengan 66.468 kasus, disusul Kota Samarinda dengan 48.230 kasus, dan Kabupaten Kutai Kartanegara dengan 29.453 kasus,” ungkap Jaya.

Sebagai bagian dari penguatan respons kesehatan, Dinkes Kaltim telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 400.7.7.1/2277/DINKES-III pada Agustus 2026.

Surat edaran tersebut berisi instruksi mengenai standardisasi diagnosis dan tata laksana penyakit sensitif iklim di fasilitas kesehatan tingkat primer maupun lanjutan.

Kebijakan itu menjadi salah satu upaya untuk memastikan fasilitas pelayanan kesehatan memiliki kesiapan dalam menghadapi penyakit yang berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan dan cuaca.

Perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap dampak kabut asap juga menjadi perhatian Dinkes Kaltim.

Kelompok tersebut mencakup bayi, balita, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat dengan komorbid atau penyakit penyerta yang berkaitan dengan pernapasan.

Selain menyiapkan Rumah Oksigen, Dinkes Kaltim juga mempercepat distribusi masker darurat ke sejumlah wilayah prioritas yang terdampak karhutla.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi risiko paparan asap terhadap masyarakat, terutama mereka yang masuk kelompok rentan.

“Fokus utama pelindungan kesehatan saat ini adalah menyelamatkan kelompok rentan, yang mencakup bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita komorbid pernapasan,” pungkas Jaya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar