Karena itu, Otorita IKN menempatkan pencegahan sebagai strategi utama. Tujuannya bukan hanya menurunkan angka stunting yang ada saat ini, tetapi juga mencegah lahirnya kasus-kasus baru.
“Ke depan tidak boleh lagi ada kelahiran stunting di IKN. Ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang akan melanjutkan pembangunan ibu kota negara,” tegas Suwito.
Komitmen tersebut diperkuat melalui pelatihan kader Posyandu di wilayah delineasi IKN. Dalam kegiatan tersebut, para kader mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan keluarga sehat dari BKKBN serta edukasi kesehatan reproduksi dan kehamilan sehat dari dokter spesialis yang tergabung dalam POGI.
Kepala Puskesmas Maridan, Basiran, menilai keterlibatan Otorita IKN memberikan dampak positif dalam memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, kader Posyandu memiliki peran strategis karena menjadi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan keluarga di lingkungan tempat tinggal mereka.
Sementara itu, kader Posyandu Maridan, Seminawati, mengaku pelatihan yang diberikan menambah wawasan dan keterampilan yang dapat diterapkan saat mendampingi masyarakat.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan supaya angka stunting di IKN semakin menurun,” ujarnya.

Bagi Otorita IKN, keberhasilan pembangunan Nusantara kelak tidak hanya diukur dari megahnya bangunan atau modernnya infrastruktur yang berdiri. Lebih dari itu, keberhasilan sesungguhnya adalah hadirnya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif sebagai penggerak masa depan Indonesia.
Dari Posyandu, pusat layanan kesehatan, hingga pendampingan keluarga di tingkat komunitas, fondasi SDM unggul untuk Nusantara masa depan kini tengah dibangun secara bertahap dan berkelanjutan. (*/Humas Otorita IKN)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar