DPRD Kabupaten Paser

Reses di Tanah Grogot, Zulkifli Kaharudin Siap Kawal Kebutuhan Petani hingga APBD 2027

lihat foto
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Paser, Zulkifli Kaharudin, menyerap aspirasi masyarakat (reses) yang dilaksanakan di sejumlah desa di Tanah Grogot pada 8–13 Juni 2026. Foto: BorneoFlash/IST
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Paser, Zulkifli Kaharudin, menyerap aspirasi masyarakat (reses) yang dilaksanakan di sejumlah desa di Tanah Grogot pada 8–13 Juni 2026. Foto: BorneoFlash/IST

BorneoFlash.com, TANA PASER – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Paser, Zulkifli Kaharudin, menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses yang dilaksanakan di sejumlah desa di Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, pada 8–13 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang dialog langsung antara legislator dan masyarakat, khususnya para petani di Daerah Pemilihan (Dapil) I.

Dalam pertemuan itu, Zulkifli mendengarkan berbagai masukan dan harapan warga terkait sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

Sejumlah kebutuhan yang disampaikan petani meliputi peningkatan infrastruktur jalan usaha tani, pembangunan akses penghubung dari area persawahan menuju jalan utama, pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan lantai jemur padi, hingga penyediaan alat cetak sawah.

“Melalui pertemuan ini, saya banyak mendengarkan aspirasi masyarakat, terutama para petani. Infrastruktur jalan dan akses dari sawah ke jalan besar masih sangat dibutuhkan. Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pengadaan alsintan, pembangunan lantai jemur padi, serta alat cetak sawah,” ujar Zulkifli, pada Jumat (12/6/2026).

lihat foto
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Paser, Zulkifli Kaharudin, menyerap aspirasi masyarakat (reses) yang dilaksanakan di sejumlah desa di Tanah Grogot pada 8–13 Juni 2026. Foto: BorneoFlash/IST
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Paser, Zulkifli Kaharudin, menyerap aspirasi masyarakat (reses) yang dilaksanakan di sejumlah desa di Tanah Grogot pada 8–13 Juni 2026. Foto: BorneoFlash/IST

Menurut politisi Partai Golkar tersebut, kebutuhan pupuk dan bibit saat ini relatif aman karena mendapat dukungan dari program Kementerian Pertanian. Namun, keterbatasan alat dan mesin pertanian di daerah masih menjadi persoalan yang banyak dikeluhkan petani.

Ia mengungkapkan, sebagian usulan yang kembali disampaikan masyarakat sebenarnya telah beberapa kali muncul dalam kegiatan reses maupun forum pembahasan sebelumnya. Namun, keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat realisasinya harus dilakukan secara bertahap.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar