Pemkot Balikpapan

DKP3 Balikpapan Pastikan Daging Kurban Aman, Temuan Cacing Hati Hanya di Dua Lokasi

lihat foto
Kepala Bidang Kehewanan dan Peternakan DKP3 Balikpapan, Mohamad Bisri. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Kepala Bidang Kehewanan dan Peternakan DKP3 Balikpapan, Mohamad Bisri. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan memastikan mayoritas hewan kurban yang dipotong selama Iduladha 2026 dalam kondisi sehat dan aman dikonsumsi. 

Dari 62 lokasi penyembelihan yang telah dipantau, hanya ditemukan kasus cacing hati di dua titik dan dipastikan tidak membahayakan masyarakat.

Kepala Bidang Kehewanan dan Peternakan DKP3 Kota Balikpapan, Mohamad Bisri mengatakan, hingga hari pertama pemantauan, petugas telah memeriksa 644 ekor hewan kurban yang terdiri dari sapi, kambing, dan domba.

“Data yang masuk sementara baru dari 62 lokasi. Teman-teman petugas masih di lapangan dan biasanya laporan baru masuk malam hari setelah selesai monitoring,” ujar Bisri, pada Kamis (28/5/2026).

Ia menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan petugas saat ini difokuskan pada tahap post-mortem, yakni pemeriksaan organ dalam hewan setelah proses penyembelihan dilakukan.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan hewan kurban tidak dilakukan pada daging, melainkan pada organ dalam karena indikasi penyakit lebih mudah terdeteksi dari bagian tersebut.

“Kalau ada penyakit biasanya dampaknya terlihat di organ dalam. Jadi yang diperiksa itu organ dalamnya, bukan dagingnya,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, DKP3 menemukan adanya cacing hati di dua lokasi pemotongan hewan kurban.


Namun, kondisi tersebut dinilai masih aman selama bagian hati yang terinfeksi dibuang dan tidak dikonsumsi.

“Cacing hati itu sebenarnya tidak terlalu masalah. Bagian hati yang ada cacingnya cukup dibuang atau dicungkil, sedangkan daging lainnya tetap aman untuk dibagikan dan dikonsumsi,” katanya.

Bisri menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan penyakit serius yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat melalui konsumsi daging kurban.

Meski demikian, DKP3 tetap mewaspadai sejumlah penyakit hewan menular seperti Lumpy Skin Disease (LSD) dan brucellosis yang dalam kondisi tertentu dapat memengaruhi kelayakan konsumsi daging maupun organ hewan.

“Kalau misalnya ada LSD yang sangat parah hingga memengaruhi daging, biasanya daging itu tidak layak dikonsumsi. Begitu juga kalau ada brucellosis, terutama organ reproduksinya harus diawasi ketat,” tegasnya.

DKP3 mencatat, jumlah lokasi pemotongan hewan kurban di Balikpapan setiap tahun berkisar 450 titik. Pada Iduladha tahun lalu tercatat sebanyak 486 lokasi penyembelihan.

Pemeriksaan kesehatan hewan kurban akan terus dilakukan hingga tiga hari ke depan atau sampai Sabtu, mengikuti jadwal pemotongan yang masih berlangsung di sejumlah masjid, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

“Tahun ini kemungkinan jumlah lokasinya hampir sama, nanti akan terlihat setelah semua laporan masuk,” pungkasnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar