Pemkab Kutai Kartanegara

Disdikbud Kukar Ingatkan Krisis Kekurangan Guru Bisa Ganggu Kualitas Belajar Siswa di Sekolah Negeri

lihat foto
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana 
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana 

BorneoFlash.com, KUKAR - Kondisi kekurangan tenaga pengajar di sejumlah sekolah negeri di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar

Pemerintah daerah menilai kebutuhan guru di lapangan hingga kini masih belum sepenuhnya terpenuhi, sementara jumlah siswa terus bertambah setiap tahun.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan persoalan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas sekolah, tetapi juga menyangkut kecukupan tenaga pendidik di ruang-ruang kelas.

“Yang paling mendasar sebenarnya adalah ketersediaan guru. Sekolah bisa saja punya bangunan bagus, tapi kalau tenaga pengajarnya kurang, proses belajar juga tidak akan maksimal,” jelas Heriansyah, pada Rabu (20/5/2026).

Ia juga menjelaskan, beberapa sekolah masih mengalami kekurangan guru pada mata pelajaran tertentu sehingga pembagian jam mengajar menjadi tidak ideal. Kondisi itu disebut cukup memengaruhi efektivitas pembelajaran di sekolah.

Menurut Heriansyah, pemerintah daerah kini terus melakukan pemetaan kebutuhan guru untuk memastikan distribusi tenaga pendidik lebih merata, terutama di sekolah yang selama ini masih mengalami keterbatasan tenaga pengajar.

“Jangan sampai ada sekolah yang kelebihan guru, sementara sekolah lain justru masih kekurangan. Ini yang terus kami evaluasi,” katanya.


Disdikbud Kukar juga menilai stabilitas tenaga pendidik menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pendidikan.

Pergantian guru yang terlalu sering dinilai dapat memengaruhi proses adaptasi belajar siswa di kelas.

Karena itu, pemerintah daerah berupaya menjaga agar layanan pendidikan tetap berjalan normal sambil menyesuaikan kebutuhan tenaga pengajar di setiap sekolah.

“Anak-anak membutuhkan proses belajar yang stabil. Kalau gurunya terus berubah atau jumlahnya tidak cukup, tentu pembelajaran mereka juga akan terganggu,” bebernya. 

Heriansyah menegaskan kebutuhan tenaga pendidik di Kukar masih cukup tinggi, khususnya untuk sekolah yang berada di wilayah dengan jumlah rombongan belajar besar maupun daerah yang distribusi gurunya belum merata.

Ia berharap kebijakan pendidikan yang dijalankan pemerintah tetap mempertimbangkan kondisi riil di daerah agar sekolah tidak kesulitan memenuhi kebutuhan pengajar.

“Pendidikan ini menyangkut masa depan daerah. Karena itu kebutuhan guru harus benar-benar menjadi perhatian,” tutupnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar