BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai membuka peluang besar bagi Balikpapan, untuk berkembang menjadi pusat logistik dan kepelabuhanan terbesar di Kalimantan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan pun mulai menyiapkan strategi agar peluang ekonomi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat lokal.
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud, menilai posisi geografis Balikpapan menjadi kekuatan utama, karena memiliki pelabuhan internasional aktif yang langsung terhubung dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II di Selat Makassar.
Menurutnya, keunggulan tersebut membuat Balikpapan memiliki peran penting dalam mendukung distribusi logistik menuju kawasan IKN maupun wilayah Kalimantan secara umum.
“Balikpapan miliki Pelabuhan internasional aktif di Kalimantan. Kapal-kapal besar bisa langsung masuk karena berhadapan dengan ALKI II Selat Makassar,” ujar Rahmad, pada Kamis (14/5/2026).
Ia mengatakan sebagian besar distribusi barang nasional masih bergantung pada transportasi laut. Sektor pelabuhan akan menjadi salah satu penggerak ekonomi utama di Balikpapan dalam beberapa tahun ke depan.
“Sembilan puluh persen distribusi barang digerakkan lewat laut. Kontainer pasti lewat kapal, bukan pesawat,” katanya.
Rahmad menilai keberadaan Pelabuhan Kariangau Terminal (KKT) dan Pelabuhan Semayang harus mampu dimanfaatkan secara maksimal agar masyarakat Balikpapan tidak hanya menjadi penonton di tengah pertumbuhan ekonomi kawasan IKN.
“Insyaallah masyarakat Balikpapan juga harus bisa menjadi pelaku usaha di bidang kepelabuhanan. Sayang kalau peluang sebesar ini tidak bisa kita akomodasi," ujarnya.
Selain infrastruktur pelabuhan, Rahmad menekankan pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), agar tenaga kerja lokal mampu bersaing di sektor logistik, jasa pelabuhan, dan perdagangan internasional.
Menurutnya, pemerintah kota akan terus mendorong peningkatan kapasitas SDM agar peluang ekonomi yang muncul tidak justru didominasi tenaga kerja dari luar daerah. “Posisi kita sangat strategis. Sayang kalau SDM kita tidak siap memanfaatkan peluang ini,” tegasnya.
Dalam pengembangan sistem kepelabuhanan, Pemkot Balikpapan juga mulai membagi fungsi pelabuhan agar aktivitas logistik dan transportasi penumpang berjalan lebih tertata.
Rahmad menjelaskan Pelabuhan Semayang ke depan akan difokuskan untuk melayani kapal penumpang, sedangkan aktivitas bongkar muat barang dipusatkan di Pelabuhan KKT Kariangau.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran lalu lintas dan tata kota Balikpapan di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi akibat pembangunan IKN.
“Nantinya untuk kapal penumpang di pelabuhan semayang sedangkan KKT untuk arus bongkar muat barang supaya tidak mengganggu lalu lintas dan estetika kota,” jelasnya.
Ia optimistis, jika keamanan kota tetap terjaga dan seluruh pihak mampu bersinergi, Balikpapan akan tumbuh menjadi pusat logistik, perdagangan, dan jasa terbesar di Kalimantan sekaligus gerbang utama menuju IKN. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar