Menurutnya, program tersebut meliputi penyuluhan dan pemberian makanan tinggi protein bagi keluarga berisiko stunting dan ibu hamil, pendampingan langsung kepada keluarga berisiko stunting, hingga pemberian tablet zat besi bagi calon pengantin dan pelajar untuk mencegah anemia.
“Pembangunan IKN hingga 40 tahun ke depan akan diisi generasi muda saat ini. Karena itu, pemahaman tentang kesehatan reproduksi bagi siswa SMP dan SMA sangat penting untuk menyiapkan generasi yang sehat dan unggul di masa depan,” ujar Suwito.
Wakil Kepala SMPN 2 PPU, Sahram, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap para siswa dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Kami berterima kasih kepada Otorita IKN atas kegiatan ini. Semoga para siswa mendapatkan manfaat besar dan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan,” katanya.
Antusiasme juga datang dari para siswa peserta sosialisasi. Nur Ayatul Husna, siswa SMAN 3 PPU, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru terkait stunting dan cara pencegahannya.
“Sosialisasinya seru dan menambah wawasan. Kami jadi tahu seperti apa stunting dan bagaimana cara mencegahnya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Erik, siswa SMAN 3 PPU. Ia menilai materi kesehatan reproduksi yang diberikan sangat bermanfaat bagi remaja.
“Banyak hal yang sebelumnya kami tidak tahu jadi tahu. Saya belajar bahwa kesehatan reproduksi itu penting untuk dijaga,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya membangun fondasi sosial yang kuat melalui peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan generasi muda sebagai pilar utama mewujudkan Nusantara sebagai kota dunia untuk semua. (*/Humas Otorita IKN)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar