Teknologi ini bekerja dengan membentuk kolom dari susunan batu di dalam tanah yang diperkuat dengan lapisan pelindung berupa geomembrane.
Melalui metode tersebut, beban bangunan dapat tersebar lebih merata sehingga risiko penurunan tanah dapat diminimalkan. Dampaknya, stabilitas konstruksi meningkat secara signifikan.
Teknologi ini telah diterapkan dalam pembangunan tangki minyak berkapasitas 1 juta barel pada proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Lawe-Lawe. Implementasinya dinilai berhasil meningkatkan keandalan struktur sekaligus menciptakan efisiensi biaya yang signifikan.
Ketua Gugus Bimocol, Radea Nasri Erfany, menjelaskan bahwa inovasi Geo-Stone Column lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.
“Kami berangkat dari tantangan nyata di lapangan. Harapannya, inovasi seperti ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tim Bimocol akan terus mengembangkan berbagai solusi inovatif guna mendukung efisiensi dan keselamatan proyek-proyek KPB ke depan.
Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi KPB sebagai salah satu entitas industri energi nasional yang aktif mendorong inovasi berbasis kebutuhan operasional, serta mampu bersaing di kancah global. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar