Salah satu peserta, Daniel, guru di SMPN 02 Penajam Paser Utara, menilai pelatihan ini membuka peluang transfer pengetahuan kepada generasi muda.
“Saya berharap ilmu dari pelatihan ini bisa saya ajarkan kembali kepada siswa. Pengembangan ekonomi kreatif tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melibatkan generasi berikutnya,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti potensi rotan di sekitar wilayah IKN yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, pelatihan ini dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk mengolah potensi tersebut menjadi produk bernilai ekonomi.
Hal senada disampaikan Dina, pelaku usaha perabotan dari Kecamatan Sepaku. Ia melihat pelatihan ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
“Saya berharap pelatihan ini bisa membantu saya meningkatkan kualitas produk dan memperluas pemasaran,” katanya.
Melalui kegiatan ini, IKN tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat berbasis budaya lokal, menuju ekosistem yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. (*/Humas Otorita IKN)

Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar