BorneoFlash.com, SAMARINDA - Pergerakan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah di Pelabuhan Samarinda mulai menunjukkan peningkatan, ribuan warga yang sebelumnya merayakan Lebaran di kampung halaman kini kembali ke Kota Tepian untuk melanjutkan rutinitas pekerjaan maupun pendidikan.
Pada Kamis (26/3/2026) atau H+5 Lebaran, KM Prince Soya menjadi kapal pertama yang melayani arus balik menuju Samarinda. Kapal yang berlayar dari Parepare tersebut membawa sebanyak 1.683 penumpang, termasuk anak-anak.
Kepala Seksi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan KSOP Kelas I Samarinda, Capt Sahrun Asis, menyampaikan bahwa situasi di pelabuhan terpantau cukup padat, namun tetap berjalan tertib.
“KM Prince Soya menjadi kapal pertama yang melayani arus balik pada H+5 dengan jumlah penumpang sebanyak 1.683 orang. Secara umum, kondisi di pelabuhan masih aman dan terkendali,” ujarnya, pada Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang dipengaruhi oleh pilihan sebagian masyarakat yang kembali lebih awal guna menghindari lonjakan penumpang, sekaligus menyesuaikan jadwal kerja serta aktivitas sekolah.
KSOP Samarinda memprediksi puncak arus balik belum terjadi dan kemungkinan akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang, bertepatan dengan akhir pekan.
“Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada hari Minggu dengan kedatangan kapal Queen Soya, kemudian dilanjutkan KM Aditya pada hari Senin,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak KSOP telah memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait guna menjaga kelancaran arus penumpang dan keamanan kawasan pelabuhan.
“Kami telah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk kepolisian, KP3, karantina kesehatan, Pelindo, serta tim kesehatan pelabuhan, guna memastikan pelayanan dan pengamanan berjalan optimal,” katanya.
Selain itu, masyarakat yang menjemput penumpang juga diimbau agar tetap berada di area yang telah disediakan dan tidak mendekati dermaga ataupun naik ke kapal.
“Kami mengimbau para penjemput agar menunggu di lokasi yang telah ditentukan, sehingga proses turun penumpang dapat berlangsung dengan tertib,” tegasnya.
Sementara itu, sejumlah penumpang yang tiba di Samarinda mengaku perjalanan laut yang mereka tempuh berjalan lancar. Agus (54), pemudik asal Enrekang, Sulawesi Selatan, menyebut kondisi perjalanan cukup nyaman.
“Perjalanan berlangsung lancar dan nyaman, serta harga tiket masih relatif stabil,” ujarnya.
Namun, ia menyoroti keterbatasan akses menuju fasilitas ibadah saat kondisi kapal penuh penumpang.
“Ketika jumlah penumpang padat, akses menuju mushola menjadi cukup terbatas. Hal ini kiranya dapat menjadi perhatian ke depan,” tambahnya.
Hal serupa diungkapkan Diana (30), yang memilih moda transportasi laut karena keterbatasan tiket pesawat serta penyesuaian jadwal cuti.
“Perjalanan memang melelahkan, namun terbayar dengan kesempatan berkumpul bersama keluarga. Ini sudah menjadi rutinitas setiap tahun,” singkatnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar