BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Polresta Balikpapan memilih bergerak lebih awal dengan menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas, yang terukur menghadapi lonjakan kendaraan saat mudik hingga Idulfitri 1447 Hijriah.
Fokus utama pengaturan berada di koridor padat aktivitas, khususnya kawasan Balikpapan Super Block (BSB) hingga Jalan MT Haryono. Jalur ini dinilai krusial karena menjadi penghubung berbagai pusat kegiatan masyarakat, mulai dari perbelanjaan hingga permukiman.
Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, mengungkapkan bahwa hasil analisis menunjukkan potensi kepadatan cukup tinggi di kawasan tersebut, terutama menjelang puncak Lebaran.
“Ini jalur vital, sehingga perlu penanganan khusus agar tidak terjadi penumpukan kendaraan,” jelasnya, pada Senin (23/3/2026).
Salah satu strategi yang diterapkan adalah penutupan sementara sejumlah titik putar balik (U-turn) pada waktu tertentu. Langkah ini mungkin terasa tidak biasa bagi pengguna jalan, namun dinilai efektif untuk menjaga kelancaran arus utama.
Pendekatan ini menandai perubahan pola pengaturan lalu lintas, dari reaktif menjadi preventif. Polisi tidak hanya mengurai kemacetan, tetapi juga mencegahnya sejak awal melalui pengendalian titik-titik krusial.
Selain rekayasa lalu lintas, pengamanan diperkuat melalui Operasi Ketupat 2026 dengan melibatkan 609 personel gabungan, yang disebar di berbagai titik strategis, termasuk pos pengamanan di Plaza Balikpapan, BSB, dan Manggar.
Pengawasan juga diperluas ke simpul transportasi penting seperti Pelabuhan Kariangau, Terminal Batu Ampar, Pelabuhan Semayang, hingga Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan.
Menariknya, Polresta juga menyiapkan pos pantau fleksibel yang bisa dipindahkan sesuai kondisi lapangan. Sistem ini memungkinkan respons cepat jika terjadi lonjakan kendaraan secara tiba-tiba.
Tak hanya faktor volume kendaraan, cuaca juga menjadi variabel yang diantisipasi. Hujan deras berpotensi menimbulkan genangan yang dapat memperlambat arus lalu lintas.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak hanya tertib, tetapi juga adaptif terhadap perubahan pengaturan jalan selama periode Lebaran.
Polisi juga mengingatkan pentingnya keselamatan, terutama saat malam takbiran, dengan menghindari penggunaan kendaraan tidak standar atau berisiko.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dengan disiplin, kita bisa melewati momen Lebaran ini dengan aman dan lancar,” tegas Kapolresta.
Melalui strategi yang lebih proaktif dan adaptif, pengaturan lalu lintas di Balikpapan tahun ini diharapkan tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan perjalanan masyarakat selama merayakan Idulfitri. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar