Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang menahan laju inflasi, seperti bensin yang turun Rp550 per liter sejak 1 Februari 2026, bawang merah karena musim panen, hingga diskon pakaian menjelang Idul Fitri.
Di tengah tekanan harga, Survei Konsumen BI Balikpapan menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2026 berada di level 131,8—naik dari 122,7 pada Januari 2026. Angka di atas 100 menandakan masyarakat tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun enam bulan mendatang.
Optimisme ini menjadi sinyal positif bagi perputaran ekonomi daerah, meski tetap perlu diimbangi pengendalian harga agar daya beli terjaga.
Menghadapi risiko puncak musim hujan, gelombang laut tinggi, serta potensi banjir di sentra produksi, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan, PPU, dan Paser menyiapkan sejumlah langkah dengan memperluas gelar pangan murah dan operasi pasar selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri.
Selain itu, melakukan monitoring harga dan stok distributor secara berkala; memperkuat peran perumda pangan dan kios penyeimbang; memperluas kerja sama antar daerah untuk komoditas strategis; mengedukasi masyarakat menanam hortikultura di pekarangan dan berbelanja bijak dan melalui program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), BI menargetkan inflasi kembali ke rentang sasaran nasional.
“Sinergi pengendalian inflasi akan terus diperkuat agar stabilitas harga terjaga dan daya beli masyarakat tetap kuat,” tegas Robi.
Adanya kombinasi optimisme konsumen dan langkah pengendalian yang terstruktur, Balikpapan dan PPU, diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika harga menjelang hari besar keagamaan. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar