Berita Kaltim Terkini

Lonjakan Harga Ramadan, Bulog Kaltim–Kaltara Siapkan Intervensi dan Jamin Stok Aman

zoom-inlihat foto
Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Musazdin Said. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Musazdin Said. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Tren kenaikan harga bahan pokok mulai terasa selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Menyikapi kondisi tersebut, tim satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan bersama Bulog melakukan pemantauan langsung ke Pasar Pandansari, Kecamatan Balikpapan Barat.

Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara), Musazdin Said, mengatakan pihaknya mencermati adanya kenaikan pada sejumlah komoditas, meski secara umum pasokan masih dalam kondisi aman.

“Kami memantau beras medium, beras premium, gula pasir, minyak goreng, telur, ayam, hingga daging. Untuk ketersediaan sementara cukup di beberapa kios yang kami cek,” ujarnya, saat ditemui usai pemantauan.

Namun, ia mengakui terdapat kenaikan harga pada komoditas tertentu seperti daging sapi, telur, cabai merah, dan cabai keriting.

Untuk menjaga stabilitas harga, Bulog mengoptimalkan intervensi melalui beras medium atau beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).

Operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) terus digelar, baik secara mandiri maupun berkolaborasi dengan dinas pangan dan dinas perdagangan provinsi serta kabupaten/kota.

“Operasi pasar tetap dilakukan di sejumlah titik. Selain itu, dinas terkait juga menggelar GPM yang sudah terjadwal di sembilan kabupaten/kota di Kalimantan Timur,” jelas Musazdin.


Langkah ini diharapkan mampu menahan gejolak harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah peningkatan kebutuhan selama Ramadan.

Musazdin memastikan stok beras di gudang Bulog Balikpapan dalam kondisi aman. Saat ini tersedia sekitar 7.700 ton beras yang akan dimanfaatkan untuk program SPHP serta bantuan pangan bagi masyarakat kurang mampu pada Februari–Maret.

“Stok beras di gudang sekitar 7.700 ton. Ini akan kami gunakan untuk stabilisasi harga dan bantuan pangan,” katanya.

Terkait daging beku, Musazdin menjelaskan bahwa dalam dua tahun terakhir Bulog tidak lagi mendapat penugasan pengadaan. Terakhir, pada 2022, Bulog mengimpor daging kerbau dari India.

Kini penugasan tersebut dialihkan kepada BUMN pangan lain seperti ID Food dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, sementara Bulog difokuskan pada penyerapan gabah dan beras dalam negeri.

Terkait kosongnya stok minyak goreng Minyakita di beberapa kios, Musazdin menegaskan kondisi tersebut hanya karena pasokan yang belum masuk kembali, bukan kelangkaan menyeluruh.

“Masih tersedia di kios lainnya. Tinggal pasokan yang belum kami masukkan lagi. Ke depan juga akan ada arahan terkait batas maksimal penjualan ke konsumen,” ujarnya.

Bulog memastikan akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan di pasar selama Ramadan hingga Idulfitri, guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan stabilitas harga terjaga. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar