“Kami mengimbau orang tua agar mengawasi anak-anaknya, terutama di jam rawan menjelang sahur. Jangan sampai keluar tanpa sepengetahuan keluarga dan berkumpul untuk melakukan aksi berisiko,” tegasnya.
Selain perang sarung, balap liar juga menjadi perhatian utama. Polisi telah memetakan sejumlah titik yang rawan dijadikan arena balap, terutama setelah salat subuh atau saat menunggu waktu berbuka.
Aktivitas tersebut dinilai membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lain. “Kami sudah memetakan lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi titik balap liar. Ini akan menjadi fokus pengawasan selama Ramadan,” katanya.
Kapolresta juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan ibadah dan memperkuat toleransi. Ia mengimbau warga yang menjalankan puasa maupun yang tidak, untuk saling menghormati.
Bagi masyarakat yang menunggu waktu berbuka (ngabuburit), ia mendorong agar kegiatan diisi secara positif, seperti mendukung pelaku UMKM lokal, sembari tetap menjaga keamanan kendaraan dan barang pribadi.
“Jangan sampai karena lengah atau kurang pengawasan, muncul kesempatan terjadinya kejahatan,” pesannya. (*)






