Otorita IKN

Tarawih di IKN, Menag Ajak Umat “Naik Kelas” di Ramadan dan Canangkan Masjid Kembar Istiqlal–IKN

Dibuka dengan kegiatan penanaman Pohon Zaitun, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menunaikan rangkaian kegiatan di Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk salat tarawih berjamaah di Masjid Negara IKN, pada Jumat (20/2/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN
Dibuka dengan kegiatan penanaman Pohon Zaitun, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menunaikan rangkaian kegiatan di Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk salat tarawih berjamaah di Masjid Negara IKN, pada Jumat (20/2/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN

BorneoFlash.com, NUSANTARA — Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar melaksanakan Salat Tarawih bersama ribuan jamaah di Masjid Negara IKN, pada Jumat (20/2/2026).

Dalam momentum 2 Ramadan 1447 Hijriah itu, ia mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai ajang untuk “naik kelas” dengan memperkuat keikhlasan dalam setiap ibadah dan aktivitas kehidupan.

Kehadiran Menteri Agama sekaligus menandai awal sinergi pengelolaan antara Masjid Istiqlal dan Masjid Negara IKN sebagai pusat kegiatan keagamaan nasional.

Konsep “masjid kembar” ini akan mengintegrasikan program kajian dan pembinaan umat antara Jakarta dan Nusantara.

Nasaruddin mengungkapkan, Kementerian Agama akan menghadirkan sejumlah program strategis, di antaranya pendidikan kader ulama untuk wilayah Indonesia bagian timur yang dipusatkan di IKN, sementara wilayah barat berpusat di Istiqlal.

Program ini akan dibina oleh Universitas PTIQ Jakarta dan didukung skema beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menunaikan rangkaian kegiatan di Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk salat tarawih berjamaah di Masjid Negara IKN, pada Jumat (20/2/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menunaikan rangkaian kegiatan di Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk salat tarawih berjamaah di Masjid Negara IKN, pada Jumat (20/2/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN

“Kemudian, insya allah di sini (IKN) nanti kita akan membuat program pendidikan kader ulama. Indonesia bagian timur di sini saja, sementara Indonesia bagian barat di Istiqlal. Pembinaannya dikelola oleh Universitas PTIQ Jakarta dan di Istiqlal. Nanti kita usahakan beasiswa itu dari LPDP,” ujarnya.

Selain itu, kajian keagamaan akan ditayangkan secara bergantian dan disiarkan langsung, baik dari Jakarta maupun dari IKN, sehingga jamaah di dua masjid dapat terhubung secara daring.


“Ilmu apa pun yang kita terima di Masjid Istiqlal akan terhubung dengan apa yang kita terima di masjid ini. Ini adalah masjid kembar. Kalau saya hadir di sini, maka Istiqlal melalui Zoom. Kalau saya di Istiqlal, maka di sini yang Zoom. Begitu juga dengan penceramah lainnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, IKN diharapkan berkembang sebagai pusat peradaban baru dunia Islam yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan harmoni antarumat beragama dalam satu kawasan.

“Insyaallah IKN ini akan menjadi pusat peradaban baru dunia Islam yang akan datang. Kita akan mempertontonkan bagaimana konsep toleransi beragama dengan pertetanggaan rumah-rumah ibadah lain dalam satu kawasan yang sama,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan Tarawih turut diisi dengan penanaman pohon di area depan masjid sebagai jejak hijau Ramadan, buka puasa bersama, penyerahan bantuan mushaf Al-Qur’an oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Otorita IKN dan Kementerian Agama, serta pembagian dua ton kurma kepada para pemangku kepentingan di kawasan Nusantara. Agenda ditutup dengan kunjungan ke Istana Negara.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Agama dalam memperkuat kehidupan spiritual di IKN.

“Terima kasih Pak Menteri Agama beserta jajarannya telah memperhatikan pembangunan Ibu Kota Nusantara ini. Tadi pagi ada kultum tentang rezeki lahir dan batin. Ternyata langsung dijawab oleh Allah SWT, Menteri Agama membawa dua ton kurma sebagai rezeki lahir, sekaligus Al-Qur’an sebagai rezeki batin,” ujarnya.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar Serahkan bantuan mushaf Al-Qur
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar Serahkan bantuan mushaf Al-Qur'an Di Masjid Negara IKN, pada Jumat (20/2/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN

Momentum Ramadan yang diawali dengan kehadiran Menteri Agama di IKN menjadi penegas bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai spiritual.

Ramadan pun menjadi ruang refleksi untuk bertumbuh dan benar-benar “naik kelas” dalam keikhlasan. (*/Humas Otorita IKN)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar