Sementara Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mitra Wana Lestari, Syaifuddin, menyampaikan apresiasi kepada PHM atas pelaksanaan kegiatan penanaman rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di wilayah mereka. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan wujud nyata keterlibatan PHM sebagai perusahaan yang secara konsisten mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa hutan lestari dan masyarakat sejahtera dapat berjalan beriringan, melalui pengembangan hutan yang dipadukan dengan kebun buah serta pemanfaatan bibit unggul yang membuka harapan ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi menyampaikan, saat ini PHM memiliki delapan SK PPKH atas nama SKK Migas – PHM yang berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
“PHM berkomitmen untuk memenuhi seluruh kewajiban sebagai pemegang PPKH secara tepat waktu sekaligus memastikan pelaksanaan rehabilitasi DAS memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, memilih jenis tanaman unggul sesuai kebutuhan lokal, serta dukungan terhadap program penghijauan pemerintah dalam upaya penurunan emisi karbon” ungkap Setyo.
Perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) Hepi Eko Rahmanto menyampaikan bahwa berbagai bencana alam menjadi pengingat pentingnya peran hutan dalam menjaga keseimbangan alam dan keberlangsungan kehidupan. Ia menegaskan, “Atas dasar kesadaran tersebut, kami KTH Sungai Wain, khususnya KTH Harapan Sejahtera, berkomitmen untuk menjaga, melestarikan, dan memulihkan fungsi hutan.”

Komitmen ini diwujudkan sejak 2024 melalui dukungan dari PT Pertamina Hulu Mahakam berupa pembiayaan sarana penanaman serta pendampingan hingga perawatan.
“Melalui program rehabilitasi DAS dari PHM, lahan seluas 214 hektare yang sebelumnya sebagian merupakan lahan terbuka dan monokultur kini telah ditanami berbagai jenis MPTS dengan pola agroforestri,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa program tersebut disambut antusias oleh masyarakat.
Melalui rehabilitasi DAS Manggar dan DAS Wain, Perusahaan berharap tercipta nilai tambah yang berkelanjutan bagi KTH setempat, termasuk pengembangan usaha agroforestri, hasil hutan bukan kayu, serta jasa lingkungan seperti pariwisata berbasis alam. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat fungsi ekologis kawasan hutan lindung. (*)





