Ia menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan rekam medis dari berbagai fasilitas layanan kesehatan di Indonesia, sehingga data kesehatan pekerja dapat terpantau lebih akurat, terstruktur, dan terdokumentasi dengan baik.
”Di lingkungan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), termasuk di PHKT, sudah mulai mengimplementasikan Klinik Pintar. Kedepannya, sistem ini akan terhubung dengan Satu Sehat sehingga layanan kesehatan menjadi lebih efisien, cepat, dan terintegrasi. Namun, pekerja perlu melakukan verifikasi atau ‘centang biru’ agar sistem dapat menghubungkan identitas pengguna dengan data kesehatannya,” ujarnya.
Transformasi ini diyakini akan membantu pekerja di lingkungan migas untuk mengakses layanan kesehatan secara lebih praktis sekaligus meningkatkan kualitas manajemen kesehatan kerja.
Sementara itu, Manager HSSE Operations PHKT, RS Kinoturangga Nitikoesoemo, menegaskan bahwa operasional migas yang aman dimulai dari pekerja yang sehat dan berdaya.
“HKN 2025 menjadi pengingat bagi seluruh pekerja bahwa kebiasaan hidup sehat adalah langkah sederhana namun penting untuk menjaga keselamatan dan keandalan operasi migas. Kami mendorong setiap pekerja untuk merawat kesehatan fisik dan mental agar tetap prima di lapangan,” jelasnya.
Pelaksanaan Pilar Wellness Program difokuskan untuk memberdayakan pekerja agar konsisten menjalankan gaya hidup sehat, mulai dari nutrisi seimbang, aktivitas fisik, istirahat cukup, hingga pengelolaan stres dan hubungan sosial yang positif.
“Program ini menjadi langkah perusahaan mengurangi risiko kesehatan, seperti obesitas, kebiasaan merokok, dan penyakit jantung, sekaligus meningkatkan moral, kepuasan kerja, serta produktivitas. Manfaatnya diwujudkan melalui berbagai aktivitas seperti kelas memasak, meditasi, yoga, dan suspension training,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar