Manuver Dua Pimpinan Kukar: Dukungan Partai atau Agenda Pribadi?

oleh -
Penulis: Ernita Sriana
Editor: Ardiansyah
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
banner 300×250

Terpilihnya Rendi sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan, misalnya, membuka peluang baru baik untuk sinergi maupun potensi kompetisi terselubung di internal pemerintahan.

 

Aulia tetap menilai langkah politik koleganya itu sebagai hal positif. Ia menyebut dukungan PDI Perjuangan penting dalam memperkuat visi daerah.

 

“Kalau partai besar seperti PDI Perjuangan menyatakan dukungan terhadap Kukar Idaman Terbaik, tentu itu sangat kita sambut,” ungkapnya.

 

Spekulasi politik menguat saat Aulia menghadiri agenda media dengan mengenakan kemeja safari empat kantong berwarna krem busana yang identik dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Kehadirannya dengan simbol tersebut dianggap mengirim sinyal politik lebih jelas dibanding pernyataannya.

 

Namun ketika ditanya mengenai makna busana yang ia kenakan itu, Aulia kembali memilih jawaban pendek.

 

“Yang tahu-tahu saja,” katanya sambil tersenyum.

 

Respons yang tidak menjelaskan apa pun itu semakin memperkuat kesan bahwa manuver politik tengah berlangsung di balik layar, jauh dari pernyataan resmi yang disampaikan ke publik.

 

Di tengah ketidakpastian tersebut, masyarakat Kukar kini menunggu kejelasan: apakah arah politik ini benar bertujuan memperkuat pembangunan daerah, atau justru merupakan bagian dari agenda personal para pemimpinnya menjelang tahun politik mendatang.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.