Skema tersebut dinilai mampu menjadi jembatan antara kepentingan pertumbuhan ekonomi dan upaya menjaga kelestarian kawasan hijau.
“Kita butuh ekonomi yang jalan, tapi dengan cara yang tidak menambah kerusakan. Mekanisme karbon ini kami dorong karena justru memberikan nilai tambah tanpa menebang pohon,” jelas Aulia.
Menjelang musim hujan, pemkab juga meningkatkan mitigasi bencana akibat tingginya tekanan terhadap ekosistem.
Pemerintah kecamatan dan desa telah diminta memperketat pemantauan dan mempercepat perbaikan infrastruktur air untuk mencegah dampak aktivitas manusia yang semakin menekan ruang alam.
“Kalau tata ruangnya sudah berubah, risiko bencana ikut naik. Karena itu semua pihak harus lebih disiplin menjaga ruang alam yang tersisa,” tandasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar