DPRD Kota Samarinda

Komisi III Minta Sidak Menyeluruh sebelum Pasar Pagi Resmi Dibuka

lihat foto
Pasar Pagi Samarinda Tampak Depan. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Pasar Pagi Samarinda Tampak Depan. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Menjelang pembukaan kembali Pasar Pagi setelah proses revitalisasi, Komisi III DPRD Kota Samarinda menekankan perlunya inspeksi menyeluruh sebelum pasar dioperasikan.

Pemeriksaan dianggap krusial untuk memastikan seluruh komponen pembangunan benar-benar siap digunakan masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu kepastian jadwal pelaksanaan sidak dari Pemerintah Kota Samarinda.

Ia menyebut progres fisik bangunan sudah selesai, sejalan dengan target operasional yang sebelumnya direncanakan pada akhir November.

Namun demikian, proses pendataan pedagang oleh Dinas Perdagangan masih berlangsung.

Pendataan tersebut mencakup verifikasi ulang pedagang yang berhak menempati los dan petak di dalam pasar.

“Dinas Perdagangan saat ini melakukan pemutakhiran data. Pendataan sebelumnya sudah ada, tetapi kini ditata kembali untuk memastikan siapa yang berhak menempati los di area pasar,” jelas Deni, pada Senin (8/12/2025).

Menurutnya, penataan data pedagang penting dilakukan agar tidak terjadi konflik saat pasar mulai beroperasi.

Komisi III juga menilai sidak perlu dilakukan untuk melihat langsung hasil akhir pembangunan, sebagaimana dilakukan DPRD saat progres revitalisasi masih berada di tahap 40 hingga 60 persen.


Deni menjelaskan bahwa pemeriksaan nantinya tidak hanya menyangkut kondisi bangunan, tetapi juga fasilitas pendukung seperti sistem proteksi kebakaran, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), kelengkapan utilitas di seluruh lantai, hingga sarana teknis lainnya.

“Kami ingin memastikan seluruh fasilitas benar-benar berfungsi dengan baik. Pasar yang telah direvitalisasi ini jangan sampai masih menyisakan kekurangan yang seharusnya dapat diantisipasi sejak awal,” tegasnya.

Komisi III diketahui telah mengirimkan surat resmi kepada Pemkot Samarinda untuk meminta penjadwalan sidak.

Deni menyatakan bahwa kesiapan Pasar Pagi harus optimal mengingat pasar tersebut memegang peran strategis sebagai pusat perdagangan konveksi dan emas di kota ini.

“Setiap pasar memiliki segmennya. Harapan kami, Pasar Pagi pascarevitalisasi dapat menjadi ikon positif bagi Kota Samarinda,” tandasnya.

Lebih jauh, Deni juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan pasar setelah beroperasi nanti.

Ia menilai kedisiplinan pedagang dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting untuk mempertahankan kualitas fasilitas yang telah dibangun.

“Pasar ini dibangun menggunakan anggaran publik untuk kepentingan masyarakat. Kami berharap seluruh pihak ikut menjaga dan merawat fasilitas yang ada, sehingga dapat menjadi warisan yang bermanfaat bagi generasi berikutnya,” pungkasnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar