Pemkot Balikpapan

Penilaian WIA 2025, Balikpapan Tunjukkan Kesiapan Menjadi Pusat MICE Penyangga IKN

lihat foto
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud bersama Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengikuti penilaian WIA 2025, melalui virtual di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Kamis (27/11/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud bersama Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengikuti penilaian WIA 2025, melalui virtual di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Kamis (27/11/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
“Kita harus bergerak cepat. Kita bersebelahan dengan IKN, jadi fasilitas harus disiapkan supaya Balikpapan tidak kalah bersaing,” tegasnya.

Meski mengikuti penilaian WIA 2025, Rahmad menegaskan bahwa esensi terpenting bukan sekadar meraih penghargaan, melainkan menunjukkan kepada pemerintah pusat bahwa Balikpapan siap menjadi kota jasa dan pusat aktivitas MICE nasional.

“Kami sangat optimistis, tetapi yang lebih penting adalah menunjukkan komitmen membangun Balikpapan lebih baik,” ujarnya.

Momentum penilaian WIA 2025 ini diharapkan menjadi katalis bagi percepatan pembangunan pariwisata dan ekonomi berbasis layanan di Kota Balikpapan, terutama dalam perannya sebagai penopang aktivitas IKN.

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Bayu Aji, menjelaskan Kemenparekraf resmi memulai proses penilaian ajang WIA 2025. Tahun ini membawa fokus baru yakni kepemimpinan yang mampu mendorong inovasi, kolaborasi lintas sektor, serta dampak langsung bagi masyarakat.

Seleksi kategori Most Inspiring Tourism Leader 2025, tidak hanya menilai keberhasilan membangun destinasi, tetapi juga kemampuan pemimpin daerah menggerakkan ekosistem pariwisata secara menyeluruh.

Penilaian WIA 2025 Melalui virtual di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Kamis (27/11/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Penilaian WIA 2025 Melalui virtual di Auditorium Balai Kota Balikpapan, pada Kamis (27/11/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Sebanyak sembilan finalis terpilih dari 27 kepala daerah yang mengikuti penjaringan awal, terdiri dari tiga gubernur, tiga wali kota, dan tiga bupati. Di tingkat provinsi, finalisnya adalah Gubernur DI Yogyakarta, Gubernur Jambi, dan Gubernur Sulawesi Tenggara.

Untuk tingkat kota, nominasi ditempati Wali Kota Balikpapan, Wali Kota Semarang, dan Wali Kota Surakarta. Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Bengkalis, dan Bintan menjadi kandidat pada tingkat kabupaten.

Bayu Aji, menjelaskan bahwa kurasi awal dilakukan sejak 18 Oktober hingga 21 November 2025. Tahap ini memprioritaskan satu indikator utama, perencanaan program dan kegiatan pembangunan pariwisata sebagai fondasi kepemimpinan yang visioner. “Dari 27 daerah, telah terkurasi menjadi sembilan finalis: tiga provinsi, tiga kota, dan tiga kabupaten,” pungkasnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar