Operasi Zebra Mahakam 2025 di Samarinda melibatkan lebih dari 100 personel gabungan dari Polresta Samarinda, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan sejumlah instansi lainnya.
Selain melakukan penindakan secara langsung, petugas juga memanfaatkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile untuk mengidentifikasi pelanggaran di lapangan.
AKBP Heri Rusyaman turut mengapresiasi dukungan masyarakat dalam membantu pengawasan perilaku berlalu lintas, terutama terkait laporan aktivitas balap liar yang sering muncul di sejumlah titik kawasan kota.
“Partisipasi masyarakat sangat berarti dalam memperkuat fungsi pengawasan. Informasi dari warga dan media menjadi penunjang penting dalam pelaksanaan operasi,” ucapnya.
Melalui Operasi Zebra Mahakam 2025, kepolisian berharap tingkat kepatuhan pengendara di Samarinda semakin meningkat.
Selain menekan jumlah pelanggaran, operasi ini juga diharapkan menciptakan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga keselamatan di jalan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menurunkan potensi kecelakaan sekaligus membangun budaya disiplin berlalu lintas yang lebih kuat di tengah masyarakat,” tutur Wakapolresta.
Operasi Zebra Mahakam 2025 dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai 17 November hingga 1 Desember 2025.
Polresta Samarinda menargetkan peningkatan kondisi Kamseltibcarlantas yang lebih stabil dan aman, terutama menjelang meningkatnya mobilitas warga pada akhir tahun.






