BorneoFlash.com, NUSANTARA – Memasuki tahap kedua pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), tantangan yang dihadapi tidak hanya terkait pengerjaan infrastruktur fisik, tetapi juga penyelarasan arah pembangunan di tengah dinamika kebijakan, investasi, dan percepatan konstruksi yang berjalan serentak.
Menjawab kebutuhan tersebut, Otorita IKN meluncurkan kebijakan inovatif bertajuk NusaPadu (NUSAntara terPADU), sebuah sistem perencanaan dinamis terpadu yang menjadi fondasi baru dalam tata kelola pembangunan Nusantara.
NusaPadu hadir untuk mengintegrasikan arah kebijakan, rencana program, tata ruang, serta digitalisasi data geospasial dalam satu sistem. Melalui kebijakan ini, berbagai dokumen strategis seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Induk, dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) diselaraskan dengan perencanaan infrastruktur dan pemanfaatan ruang agar seluruh pembangunan bergerak dalam satu arah, satu data, dan satu tujuan.
Kebijakan ini berawal dari Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XV, yang diusung oleh Direktur Perencanaan Mikro Otorita IKN, Mirwansyah Prawiranegara. Ide ini kemudian berkembang menjadi kebijakan substantif yang memperkuat koordinasi lintas sektor dan mempercepat sinkronisasi kebijakan pembangunan IKN.
“Dengan NusaPadu, setiap program infrastruktur dan pemanfaatan ruang jangka menengah di IKN memiliki keterpaduan dan keterhubungan yang jelas, baik secara spasial, sektoral, maupun fiskal,” ujar Wira (21/10/2025).
NusaPadu mengintegrasikan data statis—seperti Rencana Induk dan RDTR—with data dinamis seperti pergerakan pemindahan ASN, penyediaan hunian negara, progres konstruksi, perkembangan investasi dan KPBU, hingga strategi pendanaan. Integrasi ini menjadikan sistem perencanaan lebih presisi, adaptif, dan berbasis bukti, sehingga keputusan pembangunan dapat diambil secara cepat dan terukur.
Seluruh kebijakan ini ditopang oleh Grand Design Ekosistem Mikro Kota Lengkap 2029, yang menjadi penghubung visi jangka panjang dan kebutuhan jangka menengah pembangunan IKN.
Pelaksanaannya dilakukan melalui Pokja Interdep NusaPadu, wadah koordinasi lintas kedeputian, serta Platform NusaPadu, portal geospasial terpadu untuk validasi dan sinkronisasi data spasial dinamis dari awal perencanaan hingga implementasi.
Sebagai produk strategis, NusaPadu menghasilkan Rencana Terpadu Program Infrastruktur dan Pemanfaatan Ruang Jangka Menengah, dilengkapi album peta tematik dan skema sinkronisasi lintas sektor.
Kebijakan ini diperkuat melalui tiga instrumen formal: Surat Keputusan Kepala OIKN tentang Pokja Interdep NusaPadu, Peraturan Kepala OIKN tentang pedoman penyusunan rencana terpadu, serta SK penetapan rencana terpadu KIPP dan sekitarnya periode 2025–2029.
Konsistensi penerapan kebijakan ini memunculkan sejumlah dampak nyata.
Pertama, efisiensi anggaran melalui penyelarasan lintas sektor, sehingga tidak terjadi tumpang tindih program.
Kedua, prioritas pembangunan menjadi lebih terarah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ketiga, integrasi informasi pertanahan akan menjadikan pentahapan pembangunan lebih realistis karena seluruh intervensi mengacu pada status dan kesiapan lahan secara faktual.
“NusaPadu hadir bukan hanya untuk menyatukan data, tetapi juga menyatukan cara berpikir seluruh elemen pembangunan agar bergerak dalam satu arah yang sama,” ujar Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia.
Tahap awal implementasi NusaPadu akan dilakukan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dan sekitarnya untuk periode 2025–2029. Pilot project ini akan menjadi acuan pembaruan dokumen perencanaan seperti Renstra, RDTR, dan RPK, serta mempersiapkan integrasi menuju sistem urban digital twin pada tahap pembangunan berikutnya.
Melalui NusaPadu, Otorita IKN menegaskan bahwa pembangunan Nusantara bukan hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada pendekatan pikir baru—di mana data, ruang, program, dan kolaborasi berpadu untuk mewujudkan kota masa depan Indonesia yang hijau, cerdas, dan berkelanjutan. (*/Humas Otorita IKN)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar