PT PLN (Persero)

PLN Bangun Kepercayaan Warga lewat Sosialisasi Terbuka Ganti Rugi Lahan di Paser

lihat foto
Perwakilan PLN UIP KLT, Forkopimcam Long Ikis, Kantor Wilayah Paser BIN Daerah Kalimantan Timur, serta para pemilik lahan terdampak proyek saat sosialisasi hasil penilaian ganti rugi lahan SUTT di Kantor Desa Samuntai, Kecamatan Long Ikis, pada Selasa (7/
Perwakilan PLN UIP KLT, Forkopimcam Long Ikis, Kantor Wilayah Paser BIN Daerah Kalimantan Timur, serta para pemilik lahan terdampak proyek saat sosialisasi hasil penilaian ganti rugi lahan SUTT di Kantor Desa Samuntai, Kecamatan Long Ikis, pada Selasa (7/10/2025). Foto: HO/ PLN UIP KLT

BorneoFlash.com, TANA PASER – Suasana hangat terlihat di Kantor Desa Samuntai, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, pada Selasa (7/10/2025). Warga setempat, aparat desa, dan sejumlah perwakilan lembaga pemerintah berkumpul dalam satu forum.

Bukan sekadar rapat biasa, pertemuan ini menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) terkait sosialisasi hasil penilaian ganti rugi lahan tapak tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Kuaro–GIS 4 IKN.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen PLN untuk menjalankan pembangunan infrastruktur kelistrikan secara transparan, adil, dan akuntabel. Hadir dalam kesempatan itu perwakilan PLN UIP KLT, Forkopimcam Long Ikis, Kantor Wilayah Paser BIN Daerah Kalimantan Timur, serta para pemilik lahan terdampak proyek.

Melalui kegiatan ini, PLN ingin memastikan bahwa setiap proses pembangunan—termasuk pembebasan lahan—berjalan terbuka dan berkeadilan.

Dalam forum tersebut, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) memaparkan secara rinci hasil penilaian nilai ganti rugi tanah, lengkap dengan dasar perhitungan dan metode yang digunakan.

Penjelasan ini menjadi dasar agar masyarakat memahami bahwa nilai kompensasi ditetapkan secara profesional dan independen, bukan berdasarkan perkiraan sepihak.

Setelah pemaparan, suasana forum berubah menjadi dialog dua arah. Warga diberikan kesempatan untuk bertanya, mengonfirmasi data, hingga menyampaikan pendapat secara langsung kepada pihak PLN, Kejaksaan Negeri Paser, dan aparat wilayah.


General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menegaskan bahwa keterbukaan seperti ini adalah prinsip utama dalam setiap proyek pembangunan yang melibatkan masyarakat.

“Kami berkomitmen memastikan setiap proses, termasuk pembebasan lahan, dilakukan secara terbuka dan sesuai regulasi. Sosialisasi ini penting agar masyarakat mengetahui hasil penilaian secara jelas dan tidak terjadi miskomunikasi,” ujar Basuki.

Ia menambahkan, pembangunan SUTT 150 kV Kuaro–GIS 4 IKN merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang akan memperkuat sistem kelistrikan di Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Infrastruktur ini tidak hanya mendukung kebutuhan energi di kawasan baru, tetapi juga menjadi pondasi bagi ketahanan energi nasional di masa depan.

Kegiatan sosialisasi berlangsung kondusif dan penuh keterbukaan. Masyarakat terlihat antusias mengikuti jalannya diskusi hingga akhir. Bagi PLN, kehadiran warga dalam forum ini menjadi bukti bahwa kepercayaan dibangun bukan hanya dengan janji, tetapi lewat komunikasi yang jujur dan partisipatif.

Dengan semangat transparansi dan kolaborasi, PLN UIP KLT berharap dukungan masyarakat akan terus mengalir, seiring langkah bersama menuju pembangunan infrastruktur kelistrikan yang andal, berkeadilan, dan berkelanjutan untuk Nusantara. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar