BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Badan Pusat Statistik (BPS) menyiapkan langkah besar menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026.
Selain memastikan kesiapan teknis di seluruh Indonesia, BPS juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung sebagai mitra pendata.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa sekaligus Plt Sekretaris Umum BPS, Puji Ismartini, menyebutkan bahwa pelaksanaan SE 2026 membutuhkan lebih dari 180 ribu tenaga pendata di lapangan.
“Mahasiswa memiliki kapasitas dan kompetensi untuk berkolaborasi bersama BPS. Kami mengajak mereka ikut serta agar data yang dihasilkan lebih akurat dan sesuai kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Sensus yang digelar setiap 10 tahun sekali ini akan mencakup 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Seluruh pelaku usaha akan didata, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga besar. Persiapan sudah dilakukan sejak 2024 agar pelaksanaan di 2026 berjalan lancar.
Menurut Puji, keterlibatan mahasiswa bukan sekadar pekerjaan sementara, tetapi juga kesempatan belajar langsung memahami potret ekonomi Indonesia.
“Selain membantu BPS, mereka bisa memperoleh pengalaman berharga dalam riset lapangan, interaksi sosial, dan pengelolaan data,” jelasnya.
SE 2026 nantinya akan menghasilkan data strategis, termasuk gambaran efisiensi usaha melalui operating margin, perkembangan ekonomi digital, hingga isu-isu terkini seperti ekonomi lingkungan.
Informasi ini sangat penting bagi pemerintah maupun dunia usaha untuk menentukan arah kebijakan, strategi bisnis, hingga peningkatan daya saing.
“Melalui partisipasi mahasiswa, kami berharap Sensus ini tidak hanya sekadar pendataan, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk membangun masa depan ekonomi Indonesia,” tegas Puji. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar