Pemkot Balikpapan

Balikpapan Hadapi Tantangan Besar Pembangunan Sistem Air Bersih, Perlu Dukungan Pusat dan Provinsi

lihat foto
Kepala Bappeda Kota Balikpapan, Murni. FOTO: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Kepala Bappeda Kota Balikpapan, Murni. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri.
BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kota Balikpapan tengah dihadapkan pada tantangan besar dalam penyediaan air bersih bagi warganya. Proyek pemanfaatan Bendungan Sepaku-Semoi yang direncanakan menjadi sumber utama pasokan membutuhkan biaya tidak sedikit, yakni sekitar Rp3,9 triliun. Kepala Bappeda Kota Balikpapan, Murni, menjelaskan total biaya tersebut mencakup pembangunan sistem dari hulu bendungan hingga distribusi ke rumah-rumah warga. Dengan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), beban ini sulit ditanggung sendiri oleh Pemkot. “APBD Balikpapan tahun ini Rp 5,3 triliun, sedangkan belanja modal hanya Rp2,5 triliun. Kalau Rp 3,9 triliun harus dipikul sendiri dengan cicilan Rp 27–30 miliar per bulan selama 30 tahun, jelas akan sangat berat,” kata Murni, pada Senin (22/9/2025). Untuk itu, Pemkot berharap ada sinergi pembiayaan. Pemerintah pusat diharapkan ikut menanggung sebagian, sementara Pemprov Kaltim diminta membantu pembangunan di bagian hulu dan hilir. Berdasarkan kajian teknis, pembangunan di bagian hulu diperkirakan menelan biaya Rp1,7 triliun, sedangkan di hilir sekitar Rp1,9 triliun. “Bentuk kerja samanya bisa beragam. Yang penting pendanaannya realistis sesuai kemampuan,” tambahnya.
Selain proyek Sepaku-Semoi, Balikpapan juga menyiapkan alternatif jangka panjang. Salah satunya pembangunan Waduk Embung Aji Raden, yang saat ini masih menunggu penyelesaian pembebasan lahan di tingkat provinsi karena penetapan lokasi sebelumnya sudah kedaluwarsa. “Kami harap tahun ini bisa selesai, karena anggaran sudah disiapkan. Embung ini juga bisa jadi bargaining kami ke pemerintah pusat,” ungkapnya. Rencana lain yang sempat digagas, yakni pembangunan bendungan di Sungai Wain sejak 2010, hingga kini belum berjalan akibat kendala status lahan. Saat ini, aliran limpahan air Sungai Wain masih dikelola Pertamina. “Kami menaruh harapan besar pada Embung Aji Raden. Jika terealisasi, akan menjadi solusi jangka panjang ketersediaan air bersih Balikpapan,” tutup Murni. Seperti diketahui bahwa ketersediaan air masih berasal dari tadah hujan, apabila Balikpapan masuk dalam musim kemarau tentu berpengaruh pada ketersediaan air. Untuk mencukupi kebutuhan air bersih, pemerintah kota berupaya melakukan program baik jangka pendek, menengah dan panjang. Mengingat jumlah penduduk kian hari bertambah sehingga kebutuhan air bersih juga meningkat.
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar