BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Ajang Bazar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam rangka perayaan HUT ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Balikpapan tak hanya jadi ajang promosi kerajinan, tetapi juga menjadi panggung kolaborasi strategis antardaerah.
Rumah BUMN Banjarmasin, Palangkaraya, dan Balikpapan bersinergi menampilkan ragam produk unggulan khas Kalimantan yang mencuri perhatian pengunjung.
Dari Banjarmasin, abon ikan haruan menjadi andalan yang dibawa langsung dari Sungai Martapura. “Ikan haruan atau gabusnya asli dari sungai-sungai di Banjarmasin. Ini produk khas kami yang sangat diminati,” ujar CEO Rumah BUMN Banjarmasin, Muhammad Ulil Amri, saat ditemui di Bazar UMKM Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC)/DOME, Pada Jumat (11/7/2025).
Sementara itu, Rumah BUMN Palangkaraya menyuguhkan aneka pangan lokal seperti keripik saluang, tepung pisang saruan, dan gula mangrove, yang tak hanya lezat tapi juga mencerminkan kekayaan alam Kalimantan Tengah.
UMKM Balikpapan juga tak kalah bersaing, menampilkan produk kuliner dan kerajinan tangan yang sudah lama menjadi incaran pasar lokal dan luar daerah.
Kolaborasi ini bertujuan memperluas jangkauan produk-produk lokal agar lebih dikenal di kancah nasional, sekaligus mengenalkan eksistensi Rumah BUMN sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan pelaku UMKM.
“Banyak masyarakat belum tahu apa itu Rumah BUMN. Kami hadir di sini bukan sekadar jualan, tapi mengenalkan bahwa Rumah BUMN punya peran penting dalam mendukung UMKM naik kelas,” terang Ulil.
Ia menyebut, produk-produk yang dipamerkan semuanya merupakan hasil karya mitra binaan masing-masing Rumah BUMN. Menariknya, semua produk dijual dengan harga terjangkau dan kualitas yang dijamin menggugah selera.
“Coba sekali, pasti nagih,” ujarnya.
Partisipasi dalam bazar Dekranas ini mendapat sambutan hangat dari pengunjung. Produk-produk seperti abon ikan, keripik saluang, dan olahan khas lainnya laris diburu, menjadi bukti bahwa potensi UMKM Kalimantan sangat besar.
“Meski tujuan utama bukan hanya mengejar omzet, tapi lebih kepada promosi. Kalau omzet tinggi itu bonus. Yang penting produk kita dikenal dan bisa tembus pasar yang lebih luas,” tutup Ulil optimis.
Semangat kolaborasi dan kekayaan budaya lokal yang diusung, produk UMKM Kalimantan membuktikan diri siap bersaing, tak hanya di pasar domestik, tapi juga mancanegara.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar