BorneoFlash.com, SAMARINDA – Aliansi Mahasiswa untuk Kaltim Sejahtera menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, pada Rabu (11/6/2025).
Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan dukungan terhadap kinerja Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji dalam 100 hari pertama masa kepemimpinan.
Koordinator Lapangan aksi, Kholis, menyatakan bahwa kebijakan awal yang dijalankan oleh pasangan Rudy–Seno menunjukkan keseriusan dalam mempercepat pembangunan serta menjawab kebutuhan masyarakat secara konkret.
“Kami menilai pencapaian dalam seratus hari pertama sangat positif dan layak diberi nilai A. Hal ini mencerminkan langkah awal yang progresif dan terukur,”ujar Kholis.
Dua program andalan Pemprov Kaltim, yakni Gaspol dan Jospol menjadi sorotan utama.
Mahasiswa mendorong agar pelaksanaan kedua program tersebut benar-benar menyentuh masyarakat secara langsung, tidak berhenti pada seremoni atau publikasi semata.
“Kami berharap agar implementasi program tidak sekadar menjadi simbol. Masyarakat harus merasakan dampak riilnya,”lanjut Kholis.
Kholis juga menegaskan pentingnya pelibatan aktif mahasiswa dan masyarakat dalam pengawasan serta pelaksanaan program-program tersebut.
Menurut mereka, partisipasi publik adalah kunci dalam menciptakan transparansi dan akuntabilitas.
“Kami meminta ruang untuk ikut serta secara aktif. Pelibatan mahasiswa dalam pengawasan akan membantu memastikan program dijalankan tepat sasaran,”tegasnya.
Dalam pernyataannya, ia juga menyampaikan dukungan terhadap upaya kepolisian dalam memberantas praktik premanisme, khususnya di wilayah Muara Kate. Tindakan tegas terhadap pelaku kekerasan dianggap sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami mendukung penuh langkah aparat dalam menjaga stabilitas. Premanisme tidak boleh diberi ruang untuk tumbuh,”tambah Kholis.
Sebagai penutup, Kholis menyampaikan bahwa Aliansi Mahasiswa untuk Kaltim Sejahtera akan terus hadir sebagai mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah daerah.
Mereka berkomitmen untuk turut serta mengawal jalannya pembangunan di Kalimantan Timur.
“Kami akan tetap berdiri di garda depan, baik dalam memberi dukungan terhadap kebijakan yang berpihak pada rakyat, maupun dalam menyuarakan kritik terhadap kebijakan yang menyimpang. Gaspol dan Jospol adalah harapan bersama yang harus terus dijaga,”tutupnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar