Berita Kanwil V KPPU

KPPU Imbau Para Distributor atau Agen Tidak Sekongkol Atur Harga Bahan Pangan 

lihat foto
Ketua KPPU RI, Dr. Ir. M. Fanshurullah Asa, S.T., M.T., IPU, didampingi Kepala Kanwil V KPPU Kalimantan, F.Y. Andriyanto. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Ketua KPPU RI, Dr. Ir. M. Fanshurullah Asa, S.T., M.T., IPU, didampingi Kepala Kanwil V KPPU Kalimantan, F.Y. Andriyanto. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengimbau kepada para distributor maupun agen, agar tidak terjadi persengkongkolan dalam mengatur harga Bahan Pokok dan Penting (Bapokting), salah satunya beras yang mengalami kenaikan.

Hal ini disampaikan Ketua KPPU RI, M. Fanshurullah Asa didampingi Kepala Kanwil V KPPU Kalimantan, F.Y. Andriyanto saat diskusi bersama awak media Kota Balikpapan, pada hari Minggu (28/4/2024).

"Ini dalam konteks persaingan usaha, kami melihat ada indikasi mengatur-ngatur harga, supaya harga itu memang di atas HET (Harga Eceran Tertinggi) dan ini enggak boleh," jelasnya.

Ia pun meminta pihak kepolisian, pihak vendor berani mengambil sikap yang tegas melakukan penyadaran. Bahkan, apabila perlu melakukan penindakan kalau ini menyalahi aturan. "Kasihan masyarakat kita, udah dalam kondisi hidupnya pas-pasan membeli harga pokok yang masih di atas HET," ujarnya.

Kantor Wilayah (Kanwil) V KPPU Kalimantan mengecek harga beras premium diatas harga HET Rp 13.900, mengalami kenaikan 21, 02 persen pada tanggal 26 April 2024. "Saya meminta Kanwil untuk mengecek itu dan koordinasi apabila perlu sama-sama kepolisian sama pemda juga. Kenapa ini terjadi," katanya.


Meskipun memang hasil pemantauan KPPU diseluruh wilayah mengalami kelangkaan beras sebelum bulan April 2024. Walaupun sudah ada operasi pasar lewat Bulog menyediakan di tempat-tempat tertentu dengan harga sesuai HET.

"Kita memastikan di tempat-tempat yang masyarakatnya memang kurang terpantau oleh media, kurang terpantau oleh Pemprov atau Pemkab, disini yang kita butuh, karena KPPU juga punya keterbatasan untuk memantau semua ini," terangnya.

KPPU melihat juga lewat Badan Pusat Statistik (BPS) atau koordinasi dengan badan pangan, untuk memastikan dan juga sudah mengundang kementerian, lembaga untuk melaksanakan semacam Forum Group Discussion (FGD), untuk memastikan kendalanya.

Kepala Kanwil V KPPU Kalimantan, F.Y. Andriyanto mengapresiasi dengan Pemkot dan Pemprov Kalimantan sudah melaksanakan gerakan pangan murah melalui Dinas terkait. Akan tetapi pihaknya juga menemukan informasi atau indikasi bahwa terjadi pengoplosan Beras SPHP dari Bulog yang dijual dengan harga lebih mahal. "Itu yang akan kita follow up lebih lanjut. Apakah itu benar terjadi atau kalau benar kita akan koordinasi dengan pihak yang berwajib," ungkapnya.

Kejadian yang terjadi di salah satu pasar di Balikpapan belum dilakukan investigasi lebih lanjut, sehingga belum bisa disampaikan. "Kita akan melakukan penyelidikan dan pemanggilan kepada Bulog, terkait hal tersebut dan distributor beras juga," ucapnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar