BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih warga Kota Balikpapan, dengan melakukan berbagai upaya, salah satunya mengoptimalkan sumur-sumur yang dimiliki.
"Mudah-mudahan sumur ini bisa segera selesai, sehingga dapat tambahan 20 liter per detik, bisa mengurangi beban. Jangan sampai masyarakat Balikpapan kekurangan air di bulan puasa," jelas Direktur Utama PTMB, Yudi Saharuddin.
Selain sumur bor yang disiapkan, pihaknya juga berharap dengan musim hujan ini bisa menambah level air waduk, sehingga bisa produksi 100 persen.
"Kami mohon kepada BWS. Mudah-mudahan kedepannya kita bisa menambah pendistribusian saat Ramadhan. Saat ini pendistribusian air dengan pola 3 hari 100 persen dan 1 hari 50 persen," ungkapnya.
Upaya yang dilakukan dengan menyiapkan mobil-mobil tangki untuk pendistribusian air bersih, apabila masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Pihaknya butuh koordinasi dengan masyarakat.
"Masyarakat bisa menyampaikan daerah mana membutuhkan air bersih, supaya mobil tangki bisa kita dorong ke daerah tersebut," katanya.
Hingga saat ini, PTMB belum bisa melakukan penyambungan baru air bersih, dikarenakan masih prioritas kepada penyediaan air baku terlebih dahulu.
"Nanti ada penyambungan SR tapi tidak ada airnya, takutnya menjadi temuan kenapa harus ada sambungan tetapi air tidak ada," ucapnya.
Langkah jangka pendek yang akan dilakukan PTMB dalam menyiapkan air baku dengan memanfaatkan sumur-sumur tanah yang dimiliki, kemudian menjalankan rencana
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
Regional atau SPAM tiga wilayah yakni Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
"Mudah-mudahan SPAM ini dapat disupport pemerintah provinsi dan pusat, sehingga bisa mempercepat prosesnya. Ini sangat membantu kota Balikpapan untuk pengadaan air baku," katanya.
Apabila air baku di Kota Balikpapan sudah terpenuhi, maka sumur tanah akan ditutup, tidak boleh menggunakan air tanah terlalu lama, karena permukaan tanah semakin turun.
Barulah, PTMB bisa melakukan pembahasan sambungan baru yang sudah masuk dalam daftar antrian pemasangan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar