BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan, berkomitmen membangun Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/
Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani
(WBBM) dengan melaksanakan kegiatan apel.
Apel tersebut dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama pembangunan ZI, pakta integritas dan Ikrar netralitas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan dilaksanakan di Lapangan Apel Lapas, Rabu (17/1/2024).
Apel yang dipimpin Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan, Pujiono Slamet diikuti seluruh petugas di jajaran Lapas Kelas IIA Balikpapan.
Saat memberikan sambutan, Pujiono mengatakan untuk melaksanakan pembangunan Zona Integritas tidak bisa hanya dilaksanakan oleh satu dua orang, tapi harus dilaksanakan dan melibatkan seluruh jajaran Lapas Balikpapan.
"Kita harus bersama-sama berkomitmen, karena tanggung jawab ini wajib dilaksanakan sesuai dengan yang dicanangkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, dengan tata nilai PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif) dan core value ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif). Setiap tahun kita berkompetisi untuk mewujudkan satuan kerja berpredikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi)," jelasnya.
Pembangunan ZI erat kaitannya dengan pelayanan publik yang prima dan harus diwujudkan oleh Lapas Balikpapan, baik kepada warga binaan maupun masyarakat. Setiap petugas, agar lebih profesional dalam melaksanakan tugas sehari-hari sebagai petugas pemasyarakatan.
"Setiap petugas harus mampu dalam melaksanakan tugas, pelajari pedoman-pedoman yang ada, selalu belajar dan lakukan komunikasi dengan rekan kerja," ucapnya.
Ketika komunikasi terjalin diharapkan bisa terjalin keharmonisan dan ketika harmonis itu terjadi sesungguhnya sudah melaksanakan WBK.
Pasalnya, WBK itu sejatinya harus tertanam di dalam diri setiap petugas Lapas Balikpapan, tidak sekedar kegiatan seremonial belaka. "Bagaimana setiap petugas mampu melayani masyarakat dengan setulus hati," ungkapnya.
Pujiono Slamet juga meminta seluruh jajaran Lapas Balikpapan untuk bersikap netral menghadapi tahun politik 2024. Petugas harus mampu menghindari penyalahgunaan tugas untuk tujuan politik, menjaga integritas dan melindungi kepentingan organisasi.
"Sebagai ASN, kita dituntut untuk tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan lain di luar kepentingan bangsa dan negara. Pegawai ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Oleh karenanya kita harus netral," tegasnya.
Seluruh petugas Lapas Balikpapan secara bergantian menandatangani komitmen bersama pembangunan ZI dan pakta integritas serta komitmen netralitas ASN, selepas apel.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar