BorneoFlash.com, SENDAWAR - Festival Melayu Gemeoh Siam-Ultima (Muara Siam dan Ulaq Telinga Matu) kembali digelar pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-222 Kecamatan Melak. Acara ini merupakan festival melayu kedua kalinya sejak dimulai pada tahun 2022 lalu.
Usai melaksanakan prosesi ritual adat Besawai dan Belaboh, festival kembali disuguhkan tarian kolosal khas dari berbagai suku yang dibawakan oleh siswa-siswi sekolah SMP/SMA yang berada di Kecamatan Melak sebanyak 75 orang.
Festival Melayu Gemeoh Siam-Ultima dibuka oleh Bupati Kutai Barat, yang diwakili oleh Asisten III Setkab Kutai Barat Sahadi. Dalam sambutannya ia menyampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-222 kepada Kecamatan Melak.
Melalui momen perayaan hari jadi ini menunjukkan rasa persatuan dan meningkatkan ikatan tali silaturahmi dan persaudaraan serta menampilkan budaya kearifan lokal yang dimiliki oleh Bumi Tana Purai Ngeriman.
Ia pun berharap dengan festival ini menjadi momen untuk menunjukkan identitas Kecamatan melak yang dibalut dengan kreativitas yang tinggi serta semangat mencintai kearifan lokal.
"Selamat menikmati festival ini yang mana mengandung unsur hiburan serta unsur seni budaya dengan segala macam yang ditampilkan. Dengan memohon berkat dan penyertaan dari Tuhan yang maha kuasa Festival Melayu Gemeoh Siam-Ultima yang kedua Kecamatan Melak tahun 2023 dengan ini saya nyatakan resmi dibuka," katanya, Senin (09/10/2023).
Ketua Panitia yang juga menjabat sebagai Camat Kecamatan Melak M. Mauliddin Said mengatakan bahwa Festival Melayu ini dilaksanakan selama satu minggu, yakni mulai 9 hingga 16 oktober 2023 mendatang.
Dengan rangkaian kegiatan yaitu Lomba Fashion Melayu, Lomba Pidato Bahasa Melayu, Lomba Perahu, Lomba Baca Puisi, Lomba Race Ketinting, Lomba Tari Jepen dan Festival Makan Bekerobok.
"Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, penyumbang dan seluruh sponsor yang sudah mendukung dan berkontribusi dalam mensukseskan acara ini," ucapnya.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Yuyun Diah Setyorini mengungkapkan dengan adanya event budaya yang dimiliki oleh Kutai Barat ini, semoga dapat terus dipromosikan ke tingkat nasional bahkan internasional demi mengenalkan tentang pariwisata seni dan budaya.
"Mari tetap semangat mengembangkan pariwisata seni dan budaya di Kabupaten Kutai Barat. Semoga kegiatan festival Melayu 2023 dapat berjalan dengan baik dan lancar," kata Kadispar dalam sambutannya.
Dalam pembukaan festival tersebut juga dihadiri oleh para Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kapolsek Melak, Danramil Melak, Anggota DPRD, Jajaran Pemerintah Kecamatan serta Organisasi Kesukuan yang berada di Kutai Barat.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar