BorneoFlash.com - Puasa Tasua merupakan salah satu puasa sunah yang dikerjakan pada 9 Muharram. Sama halnya puasa lain, jika kamu hendak menjalankannya harus membaca niat puasa Tasua.
Menurut kalender Islam, 1 Muharram 1445 Hijriyah jatuh pada Rabu, 19 Juli 2023. Dengan patokan tersebut, maka puasa Tasua 9 Muharram dikerjakan pada Kamis, 27 Juli 2023.
Dikutip BorneoFlash.com dari laman NU Online, Niat puasa sunah ini dapat dilafalkan saat malam hari setelah sholat Isya atau sebelum masuk waktu subuh.
Selain itu, niat puasa juga dapat dibaca di siang hari apabila lupa atau mendadak ingin berpuasa.
Jika puasa ini dilakukan tanpa diawali dengan niat, maka puasa Tasua dianggap tidak sah serta kurang afdal, sebagaimana bunyi hadis berikut:
مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَحْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
Artinya: "Siapa saja yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar maka tidak sah puasa baginya." (HR.Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah, dari Hafshah).
Berikut Bacaan Niat Puasa Tasua: A. Niat puasa Tasua malam hariNiat puasa sunah Tasua dapat dilafalkan saat malam hari setelah sholat Isya atau sebelum masuk waktu subuh. Berikut bacaannya.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin an adai sunnatit Tasu'a lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasua besok hari karena Allah Swt."
B. Niat puasa Tasua siang hari
Orang yang mendadak di pagi hari ingin mengamalkan sunah puasa Tasua diperbolehkan berniat sejak ia berkehendak puasa sunah.
Sebab kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib (menurut madzhab Syafi'i).
Untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh. Berikut bacaannya.
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء أو عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i sunnatit Tasu'a awil Asyurâ Lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Tasua atau Asyura hari ini karena Allah Swt."
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, saat Rasulullah berpuasa Asyura, para sahabat berkata "Wahai, Rasulullah, ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani."
Maka, beliau bersabda, "Tahun depan insyaallah kita akan berpuasa hari kesembilan." Ibnu Abbas berkata, "Tahun berikutnya belum datang, tapi Rasulullah Saw. meninggal terlebih dahulu." (HR. Muslim).
Puasa Tasua dianjurkan sebagai pembeda dengan kebiasaan puasa orang Yahudi. Anjuran mengamalkan puasa Tasua bersandar pada hadis Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Puasalah pada hari Asyura (10 Muharram) dan selisihilah Yahudi. Puasalah pada hari sebelumnya atau hari sesudahnya." (HR Bukhari)
Demikian bacaan niat puasa Tasua. Semoga bermanfaat.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar