BorneoFlash.com, JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan pernyataan tentang apa yang dikatakan penemu Nikuba, Aryanto Misel, yang menganggap pemerintah telah 'membantainya habis'.
Ketika ditanya mengenai bantuan pemerintah untuk penemuannya, Aryanto mengatakan dirinya telah dibantai habis oleh pemerintah dan BRIN setelah viralnya Nikuba, sebagai alat yang diklaim bisa mengubah air menjadi bahan bakar kendaraan bermotor.
"Yang jelas, kami sama sekali tidak ada pretensi untuk mengucilkan atau mengecilkan beliau," kata Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi Kementerian/Lembaga, Masyarakat dan UMKM BRIN Dadan Nugraha di Jakarta, dikutip BorneoFlash.com dari CNNIndonesia, Jumat (14/7/2023).
Dadan berpendapat, BRIN malah berniat membantu dengan memfasilitasi segala temuan anak bangsa, tidak terkecuali Aryanto.
Sebagai lembaga yang memang membawahi riset dan inovasi, ia menegaskan BRIN telah menawarkan bantuan kepada Aryanto agar temuannya itu memperoleh tindak lanjut berupa penyempurnaan hingga uji ilmiah.
"Jadi dari sisi kami tidak ada pretensi untuk mengucilkan. Kalau beliau punya perasaan seperti itu kami tidak paham juga latar belakang seperti apa," kata Dadan.
Dalam sebuah wawancara televisi yang kemudian diunggah ke media sosial pada akun Instagram bernama Undercover, Aryanto sempat menyatakan kekecewaannya kepada BRIN maupun pemerintah.
Ia menganggap selama ini pemerintah dan BRIN telah mengucilkannya terkait Nikuba. Aryanto juga menegaskan tak akan mau memakai bantuan apapun jika berasal dari pihak pemerintah.
"Saya tidak butuh mereka, saya sudah dibantai habis, tidak mau," ucap Aryanto usai kembali dari Italia.
Lebih lanjut, Aryanto berkeinginan mendanai risetnya lewat kerjasama dengan pihak asing yang memang tertarik atas temuannya. Dari sana ia mau mendanai sendiri pengembangan riset tanpa bantuan siapapun.
Aryanto pun berencana menawarkan Nikuba dengan harga Rp15 miliar.
"Itu mau saya tawarkan Rp15 miliar," kata Aryanto.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar