Pjs. General Manager PHM, Ferico Afrinas menyampaikan komitmen PHM untuk terus menjalankan kegiatan operasi hulu migas yang selamat, efektif, dan unggul, sehingga WK Mahakam dapat terus berkontribusi secara signifikan terhadap penambahan cadangan dan pencapaian target produksi migas nasional.
Pelaksanaan pengeboran eksplorasi sumur Adiwarna-1x ini, menurut Ferico, dijalankan dengan kinerja HSSE yang tinggi, serta konsep operational excellence hingga dilakukannya uji alir pada tanggal 26 Juni 2023 dan berhasil mengalirkan gas serta kondensat dari reservoir target utama.
“Keberhasilan kedua sumur eksplorasi ini menjadi pendorong semangat kami untuk terus melakukan pengeboran sumur-sumur migas yang penting bagi keberlangsungan produksi lapangan-lapangan di WK Mahakam,” kata Ferico.
Sementara itu, Direktur Utama PHI, John Anis mengungkapkan bahwa penemuan gas dari sumur eksplorasi Adiwarna-1x ini, merupakan salah satu pencapaian strategi Perusahaan dalam meningkatkan cadangan dan mempertahankan produksi migas melalui kegiatan pengeboran eksplorasi dan pengembangan (eksploitasi).
“Kami mempunyai beberapa strategi utama untuk memaksimalkan pengelolaan aset hulu migas Perusahaan, antara lain berupa kegiatan eksplorasi yang agresif, untuk mencari sumber daya baru dengan play concept baru serta optimasi baseline dan development untuk meningkatkan produksi,” jelas John.
John menyatakan bahwa discovery ini merupakan penemuan penting pada tahun 2023 bagi PHM dan Indonesia menyusul keberhasilan temuan Manpatu-1X di tahun 2022.
“Kami terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi dan pengembangan guna mendukung target produksi migas Pemerintah Indonesia, yaitu 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari di tahun 2030,” pungkasnya. (*)






