BorneoFlash.com, MALANG – Pemkab Mahakam Ulu (Mahulu) berencana membangun infrastruktur listrik di pusat pemerintahan dengan memanfaatkan potensi alam.
Sekretaris Daerah (Sekda) Dr. Stephanus Madang yang mewakili Bupati Bonifasius Belawan Geh, pada Kunjungan kerja ke Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D, bersama Wakil Rektor I Dr. Jimmy dan Wakil Rektor III Dr. Hardianto, menyambut Ketua DPRD Mahulu Novita Bulan dan Kepala DPUPR Didik Subagya yang turut hadir.
Sekda mengawali kunjungannya dengan meninjau laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ITN Malang kapasitas 0,5 MWp dan Power house PLTS.
"Terima kasih karena kami disambut baik dalam kunjungan ini ke ITN Malang. Kami bersyukur bahwa kerja sama yang telah kita bangun dapat berjalan dengan baik dalam hal perencanaan," kata Madang.
Sekda memperkuat kerja sama Pemkab Mahulu dan ITN Malang untuk mempercepat penyediaan tenaga listrik di pusat perkantoran dengan memanfaatkan potensi alam melalui teknologi konservasi energi dan sumber energi baru terbarukan (EBT).
“Kami melihat adanya potensi pengembangan untuk memenuhi kebutuhan ketenagalistrikan di daerah secara umum dan khususnya di perkantoran permanen Pemkab Mahulu,” ujar Sekda.
Sekda menjelaskan, Pemkab Mahulu telah memiliki Kantor Bupati, Kantor DPRD, dan Kantor Bappelitbangda di perkantoran permanen, namun masih ada rencana untuk membangun 21 kantor lain secara bertahap di area seluas 950 hektar.
“Kami berdiskusi untuk melihat potensi Mahulu dalam memenuhi kebutuhan listrik perkantoran. Kami berharap Mahulu bisa menjadi daerah ke-3 dengan PLTS terbesar di Indonesia setelah Sumatra dan ITN. Konsep tata ruang kita berwawasan lingkungan dan pemerataan dalam pembangunan berkelanjutan,” kata Sekda.
"ITN Malang telah merintis beberapa kerja sama, termasuk proyek RTRW dan lingkungan hidup, serta kami juga telah menitipkan adik-adik mahasiswa di sini. Kami sangat senang melihat kemajuan studi mahasiswa Mahulu yang sangat baik," ujar Rektor ITN Malang.
Awan Uji Krismanto mengungkapkan bahwa ITN Malang menempati posisi perguruan tinggi pertama di Pulau Jawa dan kedua di Indonesia dalam membangun PLTS dengan kapasitas 0,5 MWp sebagai sumber energi baru terbarukan.
"Kabupaten Mahulu termasuk kabupaten pemekaran yang memiliki potensi yang luar biasa. Ini peluang terbaik bagi kami untuk berkontribusi dalam memperbaiki infrastruktur di Mahulu dan siap bekerja sama untuk meningkatkan SDM Mahulu jika diberi kepercayaan lebih lanjut," ujar Kepala ITN Malang.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar