BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Di tahun 2023, peluang dan tantangan yang akan dihadapi oleh Kota Balikpapan cukup kompleks dan beragam.
Seiring dengan pemulihan kondisi ekonomi pasca Covid-19, dimulainya pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) dan menguatnya belanja di sektor pemerintahan akan menjadi peluang bagi pemerintah kota, untuk berbenah serta menyiapkan diri agar mampu terus berkembang menjadi kota terkemuka yang nyaman dihuni, modern, dan sejahtera.
"Disamping peluang tersebut, Pemerintah Kota juga harus mampu menyiapkan diri, untuk menghadapi tantangan seperti kemungkinan terjadinya resesi atau inflasi global yang dapat mengancam perekonomian baik di tingkat nasional maupun regional, serta mengantisipasi kerawanan konflik politik menjelang pelaksanaan pemilu serentak tahun 2024," ujar Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud, dalam rapat paripurna istimewa DPRD Balikpapan, di Ballroom Hotel Novotel Balikpapan, pada hari Selasa (7/2/2023).
Dalam rangka menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang tersebut, maka diperlukan kekuatan seluruh masyarakat Kota Balikpapan untuk saling berkolaborasi dan bersinergi, sehingga persoalan tersebut dapat dilewati dan Kota Balikpapan dapat terus berkembang menjadi salah satu kota terbaik di Indonesia.
Kolaborasi dan sinergi dalam pembangunan ini juga perlu melibatkan dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi bahkan Badan Otorita IKN untuk pembangunan di Kota Balikpapan.
Pemerintah Kota berharap dukungan tersebut dapat diberikan dalam bentuk diantaranya, penyediaan air baku untuk kebutuhan Kota Balikpapan berupa lanjutan pembangunan Embung Aji Raden dan alokasi air baku dari Bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara atau saat ini di kawasan IKN.
Pembangunan bendungan sepaku semoi merupakan proyek strategis nasional, untuk penyediaan air di IKN dan Kota Balikpapan.
Saat ini Kota Balikpapan mengalami defisit air baku sebesar 420 liter/detik dan pada tahun 2030 diproyeksikan mengalami defisit sebesar 1.542 liter/detik. Oleh karena itu, melalui surat wali kota nomor : 605.3/0269/bappeda litbang tanggal 25 januari 2023, Pemerintah Kota Balikpapan telah mengajukan alokasi air baku dari bendungan sepaku semoi serta pembangunan sistem penyediaan air minumnya, untuk kapasitas sebesar 1.000 liter/detik.
Selain penyediaan air minum, lanjut Rahmad dukungan lainnya yang sejalan dengan program prioritas Kota Balikpapan adalah dalam hal pengendalian banjir yang difokuskan pada DAS Ampal.
Saat ini Pemerintah Kota Balikpapan telah memulai peningkatan drainase di DAS Ampal melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears). Namun untuk mendukung hal ini juga diperlukan pembangunan bendali hulu ampal yang perencanaan telah disusun dan saat ini dalam proses pengadaan tanah.
"Yang menjadi perhatian kita bersama saat ini adalah peningkatan keselamatan di jalan Kota Balikpapan, terutama pada titik yang rawan kecelakaan akibat geometrik jalan tidak ideal. Hal ini untuk meminimalisir terjadinya kembali beberapa kejadian seperti di simpang muara rapak," ungkapnya.
Pada kesempatan ini, Pemkot mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang telah melakukan penanganan jangka pendek serta dukungan PT Pertamina selaku pemilik lahan dalam pelebaran di simpang muara rapak.
Selanjutnya penanganan jangka panjang diharapkan dapat dilaksanakan bukan hanya di simpang muara rapak, tetapi juga di titik lainnya.
"Pemerintah kota balikpapan siap berkolaborasi dan bersinergi terutama dalam hal pengadaan tanah dan sosialisasi kepada masyarakat," katanya.
Pemerintah Kota Balikpapan juga berharap dukungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dalam perbaikan jalur pedestrian dan infrastruktur jalan lainnya untuk mendukung Kota Balikpapan sebagai beranda IKN.
Dalam rangka peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yaitu layanan pendidikan dan kesehatan, dibutuhkan juga dukungan Pemerintah Provinsi dan Pusat sesuai kewenangan yakni, lanjutan pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 7 di Kecamatan Balikpapan Barat. Pengembangan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Balikpapan.
Selanjutnya, pengembangan Institut Teknologi Kalimantan diharapkan menjadi proyek strategis nasional. Selain itu juga, diusulkan pembangunan Sekolah Menengah Atas ataupun Kejuruan pada lahan milik pemerintah provinsi, yang saat ini belum optimal pemanfaatannya, salah satunya lahan eks puskib di Kecamatan Balikpapan Tengah.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar