Berita Kalimantan Timur

Pembangunan IKN Butuh Kerja Sama Semua Pihak 

lihat foto
Gubernur Kaltim H Isran Noor bersama Ketua Umum PII Danis Hidayat Sumadilaga pada  penutupan rangkaian acara Rapimnas PII, di Hotel Novotel, Balikpapan pada Sabtu (21/1/2023) malam. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.
Gubernur Kaltim H Isran Noor bersama Ketua Umum PII Danis Hidayat Sumadilaga pada  penutupan rangkaian acara Rapimnas PII, di Hotel Novotel, Balikpapan pada Sabtu (21/1/2023) malam. Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) adalah sebuah kebutuhan seluruh rakyat Indonesia. Tentunya, untuk membangun IKN butuh kerja sama berbagai pihak. Pasalnya, pembangunan IKN butuh Rp 466 Triliun, dengan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 20 persen.

Hal inilah yang disampaikan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) H Isran Noor saat menghadiri penutupan rangkaian acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Persatuan Insinyur Indonesia (PII), di Hotel Novotel, Balikpapan pada Sabtu (21/1/2023) malam.

Isran menambahkan, butuhnya sumber-sumber pendanaan baik dari BUMN, pihak swasta serta sumber investasi dari luar negeri. Jika sumber-sumber pendanaan tersebut tidak dapat dikejar, maka Provinsi Kaltim menyanggupi untuk melakukan pembangunan IKN.

"Kaltim ini kaya dengan sumber daya. Saya yakin banyak pengusaha yang tidak menolak untuk berinvestasi di IKN dan Kaltim, jika diberikan kewenangan khusus. Untuk membangun ibu kota dibutuhkan kerja cepat dan tepat, seperti seorang insinyur,” terangnya.

Berharap, dengan kedatangan para insinyur akan memberikan masukan serta arahan untuk peningkatan pembangunan IKN.

Isran Noor dengan senang hati membantu organisasi keinsinyuran ini ke depan, setelah dirinya diangkat sebagai Dewan Pengarah PII.

"Nantinya saya pasti akan mengawasi, karena sudah diangkat sebagai Dewan Pengarah, baik secara aktif dan nonaktif," ujarnya.


Pemindahan IKN dari Jakarta ke Provinsi Kaltim bukan tak beralasan, dikarenakan kondisi Jakarta, lahannya terus mengalami penurunan setiap tahunnya sebesar 4 sentimeter di atas permukaan laut. Sehingga, 100 tahun yang akan datang, dapat dihitung Jakarta akan tenggelam.

"Pemindahan ibu kota ini adalah untuk masa depan generasi yang akan datang,” serunya.

Ketua Umum PII Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan akan semakin memperkuat hubungan serta koordinasi, dengan para insinyur yang ada di Kaltim maupun di seluruh Tanah Air.

Ditambah pula dengan arahan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa untuk bersinergi dengan PII, mereinventaris pembangunan dan juga penyusunan serta supervisi 40 kota di Indonesia.

Diharapkan di antaranya ada di Kaltim dan PII Wilayah Kaltim akan bersiap penuh, untuk melaksanakan tugas yang telah diamanahkan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas.

"Pembangunan kota-kota di Kaltim selaras dengan visi pembangunan IKN yang menjadi identitas bangsa kita ini," ucapnya.

Danis berharap untuk membantu memberikan arahan kepada PII ke depan, serta membantu dalam kontribusi pembangunan di Indonesia, khususnya Kaltim dan juga IKN.

Dengan kerja para insinyur dari berbagai bidang baik hayati maupun non-hayati, akan menjadi katalisator peningkatan suatu daerah baik dari sisi infrastruktur, sosial budaya, ekonomi dan lingkungan.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar