Selebihnya PHM juga melakukan eksplorasi, dimana lapangan Sisi Nubi dan Manpatu, yang mana nantinya akan lebih mendongkrak produksi dari PHM.
Dari sisi inovasi, PHM membuat pemboran menjadi semakin efisien dan efektif, dimana pemboran shallow water yang semula 17 hari menjadi 2 hari, hal tersebut membuat biaya pemboran menjadi lebih ekonomis, yang semula mencapai 15 Juta Dollar menjadi 2 Juta dolar.
"Tahun 2022 telah dibor 96 sumur pengembangan ditambah 2 sumur eksplorasi dan di 2023 target di 103 pemboran sumur dangkal dan 2 sumur eksplorasi. Total sumur aktif PHM sebanyak 1000 sumur," ujar Raam Krisna selaku General Manager PHM Zona 8 Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina.
Melihat tahun 2023, Nilai investasi yang dianggarkan oleh PHM di tahun 2023 mencapai 600 juta dollar.
Krisna melanjuti, seperti yang sudah dijelaskan oleh Nanang sebelumnya adalah lapangan Manpatu, untuk lapangan Manpatu fasilitas produksinya sudah ada tinggal dikembangkan lebih lanjut. "Tentunya kita akan melihat dari banyak aspek melalui Plan on Development (PoD) baik dari keekonomiannya, dan aspek commercial seperti apa," jelas Krisna.
Kemudian, Nanang menambahkan, bahwa selain PHM, ada KKKS lain di Kalimantan Timur seperti PHKT, PHSS, ENI, dan ada rencana insentif yang diberikan untuk lapangan Merakesh East yang diharapkan untuk melakukan pengembangan lebih lanjut.
"Sekarang tugas PHSS yang menerima insentif adalah segera melakukan eksekusi atas usulan-usulan program kerjanya. Karena dengan insentif inilah yang semula tidak ekonomis dan marginal, membuat menjadi ekonomis dan layak untuk di kembangkan, paling tidak dapat menambah umur produksi dari PHSS," ujar Nanang.
Dengan adanya insentif diharapkan dapat menambah life time dan menambah produksi migas bagi negara, jadi win win solution sehingga para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) akan semakin semangat memproduksi minyak dan gas bumi di Indonesia.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar