Satu diantaranya melalui DBH-DR (Dana Bagi Hasil - Dana Reboisasi), mengenai bagaimana penggunaannya dalam melindungi kelestarian lingkungan.
"Salah satunya yang dilaksanakan ialah pengembangan kakao, kita fasilitasi sampai mendapatkan STDB (Surat Tanda Daftar Budidaya)," kata Andjar.
Ia menjelaskan, sinergitas program USAID-SEGAR yang dikerjakan di Mahulu, salah satunya pembangunan ladang 10 Hektar/kampung, bantuan biaya menugal untuk masyarakat, pengembangan perkebunan kakao, penyusunan SOP rantai produksi dan penggunaan sisa Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR).
"Untuk ladang 10 H mereka USAID-SEGAR membantu di proses pemetaan dan lain-lain berkaitan dengan tempat, dan untuk pengembangan kakao, kita melaksanakan pendampingan karena konsentrasi pekerjaan mereka untuk pelestarian berbasis lingkungan," tuturnya
"Disamping itu kami bisa juga membantu kita dalam penyusunan rantai produksi contoh di Mahulu mereka dapat membuat SOP rantai produksi dimulai dari tanam sampai dengan pemasaran kakao," tuturnya. (Adv)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar