BorneoFlash.com, SENDAWAR - Permasalahan banjir yang melanda kawasan ibu kota Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Barong Tongkok terutamanya saat diguyur hujan deras.
Kini sudah mulai disikapi dan mulai dilakukan penanganan sesuai dengan yang dijanjikan oleh pemerintah daerah. Yang disampaikan oleh Bupati Kubar, FX Yapan beberapa waktu lalu dengan menganggarkan dana sekitar Rp 7,5 miliar.
Penanganan masalah banjir tersebut pun dilakukan dengan mulai memperbaiki sistem drainase di kawasan ibu kota kabupaten. Yang mana perbaikan tersebut menggunakan alat berat agar bisa memperlebar dan mengatasi tersumbatnya drainase di pinggiran jalan raya.
"Pengerjaannya sudah mulai dilakukan pemerintah daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kubar. Sekarang kita mulai melakukan pembongkaran drainase sebelumnya dengan menggunakan alat berat," kata konsultan pengawas pekerjaan perbaikan, Ali saat ditemui di lokasi perbaikan pada Rabu (10/8/2022) sore.
Pengerjaan perbaikan tersebut dikatakannya dilaksanakan sejak bulan Juni 2022 dan ditargetkan rampung pada bulan Desember 2022 mendatang.
Khususnya untuk wilayah yang memang mengalami banjir parah, seperti ruas jalan di depan Kepolisian Resor (Polres) Kubar. Serta ruas jalan yang berada di sekitar Komando Distrik Militer (Kodim) 0912/KBR.
"Memang belum bisa dilakukan di sepanjang ruas jalan ini. Disesuaikan dengan anggaran yang digelontorkan pemerintah daerah dan memang khusus bagi wilayah yang terdampak cukup parah. Sehingga yang diutamakan pembuatan saluran air dulu agar air hujan tidak lagi menggenangi jalan raya, hingga sampai ke permukiman warga," jelasnya.
Perbaikan drainase ini juga dikatakannya mendapat respon positif dari masyarakat. Walaupun beberapa jalan di depan rumah yang ada di pinggiran jalan raya tersebut harus dibongkar. Agar dapat membuat saluran air dengan lebar dan tingginya sekitar 1,5 meter.
"Sebelumnya juga sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat yang rumahnya berada di pinggiran jalan raya ini oleh pihak kecamatan.
Tidak ada protes ataupun keberatan dari mereka, karena memang selama ini mereka juga terdampak banjir pada saat hujan deras. Serta memang mengharapkan adanya penanganan perbaikan," pungkasnya.
(BorneoFlash.com/Lis)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar