BorneoFlash.com, KUTAI KARTANEGARA - Usai mengunjungi SDN 020 Kelurahan Handil Baru Kecamatan Samboja, BorneoFlash.com bersama media lainnya menuju penerima Program Pengembangan Masyarakat (PPM) dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang dilaksanakan Eni Muara Bakau, di Handil Baru Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kedatangan tim media Balikpapan disambut hangat oleh Pendiri Pondok Pesantren Al-Arsyadi Samboja H Saifuddin Marzuki, Lurah Handil Baru Akhmad Safi'i beserta jajaran pengurus Pondok Pesantren Al-Arsyadi Samboja.
Saifuddin Marzuki mengucapkan terima kasih kepada Eni Muara Bakauyang sudah mendukung masyarakat sekitar untuk bisa berbuat menjadi lebih baik.
"Kita mencoba untuk menghidupkan pertanian, peternakan dan perikanan. Kita mengajak mereka semua untuk menjadi orang yang sukses," ujarnya kepada BorneoFlash.com, pada Kamis (28/7/2022).
Apalagi menjelang Ibu Kota Negara (IKN) tentunya harus memiliki keahlian, sehingga pihaknya bekerjasama dengan Eni Muara Bakau untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan.
"Mudah-mudahan itu bisa berjalan baik," ucap pria paruh baya dengan ramahnya.
Diketahui, Pemimpin Pondok Pesantren Al-Arsyadi Samboja membentuk Kelompok Tani Terpadu Berkat Al-Arsyadi pada sektor pertanian, peternakan dan pertanian.
Untuk perkebunan, Saifuddin Marzuki memanfaatkan lahan miliknya untuk tanaman hortikultura seperti tanaman Lombok, Tomat termasuk terong.
Sedangkan pada sektor perikanan, Saifuddin Marzuki memanfaatkan parit sepanjang 400 meter sebagai tempat penangkaran ikan dengan jenis yang berbeda seperti nila maupun patin.
"Eni Muara Bakau memberikan bantuan berupa turap di kolam ikan. Banyak sudah spot yang diberikan. Kita berharap ini menjadi pilot percontohan, karena masyarakat ini kalau tidak ada contoh nggak mau mengikuti," terangnya.
Dengan percontohan ini, masyarakat sudah banyak yang melakukan seperti yang dilakukannya. "Alhamdulillah, masyarakat tertarik dan mereka sudah ada beberapa kelompok tani yang membuat kelompok tani sendiri," ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Lurah Handil Baru Akhmad Safi'i mengatakan jika pemerintah mengimbau agar masyarakat dapat memanfaatkan lahan yang tidak dipakai. "Alhamdulillah sudah dapat bermanfaat untuk kepentingan masyarakat," ucapnya.
Akhmad Safi'i mengungkapkan bahwa selama dirinya berkeliling menjadi lurah di Samboja, Eni Muara Bakau merupakan perusahaan yang sangat luar biasa membantu masyarakat, baik dari sumber pemberdayaan dan pendidikan.
"Kami bangga dengan Eni Muara Bakau. Apapun bentuknya mereka terjun langsung. Apa yang masyarakat sampaikan kepada Eni Muara Bakau semua dibantu dalam bentuk pemberdayaan," jelasnya.
Salah satu yang dilakukan Eni Muara Bakau dengan membuatkan rumah pintar dan didalamnya banyak berkesinambungan.
Selain itu juga, membantu pada sektor keagamaan, kepemudaan, pendidikan termasuk fakir miskin. Bahkan, saat Pandemi Covid-19, Eni Muara Bakau ikut serta membantu masyarakat.
"Eni Muara Bakau sudah tak terhingga membantu kami. Mudah-mudahan perusahaan Eni Muara Bakau eksis dan selalu berkesinambungan di wilayah Handil Baru," ungkapnya.
Meskipun di wilayah Kelurahan Handil Baru banyak terdapat perusahaan lain tetapi Eni Muara Bakau lebih menonjol dan lebih disayangi masyarakat, karena sering membantu masyarakat.
"Bagi kami pemerintah,Eni Muara Bakau ini banyak membantu masyarakat di luar perusahaan yang ada," serunya.
Dari hasil tinjauan BorneoFlash.com, parit bisa dimanfaatkan dengan hal yang berguna, dengan dijadikan sebagai kolam ikan. Tidak semua orang menyadari, jika parit dapat menghasilkan perekonomian. Pasalnya, masih banyak parit digunakan untuk membuang sampah.
Apabila inisiasi ini digencarkan di seluruh daerah khususnya di Kaltim, maka kebersihan parit akan tetap terjaga dan banjir pun dapat ditanggulangi, dikarenakan masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan tentunya, lingkungan menjadi terjaga. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar