BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pelantikan Pimpinan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Balikpapan masa Bhakti periode tahun 2022- 2027, dirangkai dengan Akhirussanah XI IGRA Kota Balikpapan tahun 2022.
Ketua IGRA Kota Balikpapan Periode 2022-2027 Marsiyati secara resmi dilantik oleh Pengurus PWI IGRA Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Isna di Gedung Kesenian, Rabu (15/6/2022).
Marsiyati mengatakan bahwa visi IGRA kedepan yaitu terwujudnya pendidik dan tenaga kependidikan Raudhatul Athfal (RA) yang profesional, unggul dan islami.
"Misi kami adalah mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional, mewujudkan lembaga RA yang unggul, islami dan berdaya saing serta menyiapkan pendidik dan tenaga kependidikan yang mumpuni," terangnya.
Sebanyak 26 RA dari enam kecamatan di Kota Balikpapan ikut meriahkan pelantikan IGRA Kota Balikpapan, dengan menampilkan tari-tarian, fashion, termasuk pembacaan hadist.
"Pelantikan ini dirangkai kegiatan Akhirussanah yaitu kegiatan akhir tahun, karena selama dua tahun Pandemi. Jadi pada hari ini semua RA respon banget, hampir semua RA ikut penampilan ini," terangya.
Ia berharap kedepan RA lebih dikenal lagi oleh masyarakat, agar masyarakat paham RA sama dengan TK hanya saja RA ini khusus agama Islam. Pasalnya, RA ini dibawah naungan Kementerian Agama Kasi Pendidikan Madrasah.
Sebenarnya kurikulum RA sama halnya dengan sekolah TK pada umumnya dan juga bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Hanya saja, RS ditambahkan dengan moral-moral agama Islam seperti program ngaji, sholat termasuk hadist.
"RA itu sama saja dengan TK, hanya saja RA di bawah naungan Kementerian Agama," terangnya.
Setiap kecamatan sudah terdapat RA, sehingga masyarakat yang ingin mendaftarkan anak-anak untuk bersekolah TK berbasis Islam datang saja ke RA di Kecamatan masing-masing.
"Mari daftarkan anak-anak ke RA Kota Balikpapan. Raudhatul Athfal itu artinya Taman Kanak-Kanak. Lulus dari RA bisa langsung ke SD," pungkasnya.
Hingga saat ini, total murid IGRA di seluruh Kota Balikpapan sebanyak 620 orang dengan 101 tenaga pendidik.
(BorneoFlash.com/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar