BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dalam mewujudkan satu basis data geospasial yang akurat dan terpusat untuk mendukung pembangunan daerah.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Jaringan Informasi Geospasial Daerah (JIGD) Kabupaten Kota Se Kaltim.
Bimtek JIGD di dibuka oleh Kepala Bidang P2EPD Rina Julianti dan kegiatan akan berlangsung tanggal 30-31 Mei 2022, di Kantor UPTD Pemeliharaan Infrastruktur PU wilayah 1 DPUPR Kaltim Kota Balikpapan, Senin (30/5/2022).
Saat memberikan sambutan, Rina mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada badan informasi geospasial yang telah bersedia membina simpul jaringan daerah Kaltim, terutama dalam peningkatan kapasitas dan kualitas penyediaan data geospasial untuk perencanaan pembangunan daerah.
"Bimtek ini sebagai upaya untuk mendorong Pemerintah Kabupaten Kota, khususnya pengelola JIGD dalam pengimplementasian data spasial pada pelaksanaan pembangunan serta pemanfaatan Geoportal sebagai akses berbagi pakai data," jelasnya.
Hal itu sesuai dengan amanat Peraturan Gubernur nomor 27 tahun 2017 tentang, jaringan informasi geospasial daerah Provinsi Kalimantan Timur serta Peraturan Gubernur nomor 48 tahun 2021 tentang satu data.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi telah membangun simpul jaringan Informasi Geospasial Provinsi dan Kabupaten Kota, untuk esensi kebijakan Satu Peta JIGN, sebagai upaya dalam optimalisasi data geospasial.
Guna mempercepat penataan ruang, penyelesaian tumpang tindih lahan perijinan, memperbaiki izin investasi dan tentunya meningkatkan perekonomian daerah ketersediaan data dan informasi geospasial sangat dibutuhkan dalam perencanaan pembangunan.
Bimbingan teknis akan difokuskan pada kualitas data yang dihasilkan oleh para produsen data, pemanfaatan data spasial sebagai sumber data yang merupakan salah satu elemen yang patut diperhatikan.
"Untuk mencapai sasaran Pembangunan Daerah secara efektif serta agar siap guna memenuhi kaidah perencanaan yang disusun secara holistik integratif," ucapnya.
Sedangkan untuk menghasilkan data geospasial yang berkualitas, lanjut Rina menjelaskan tentunya diperlukan pemahaman tentang katalog geografi Indonesia, berdasarkan metadata yang akan dijelaskan oleh para narasumber. Yang bertujuan memperkuat jaringan infrastruktur informasi geospasial daerah di Kaltim.
Rina meminta agar kabupaten kota secara bertahap untuk terus meningkatkan peran pengelolaan JIGD dengan memperkuat lima aspek infrastruktur geospasial.
Diantaranya, kebijakan kelembagaan, infrastruktur, teknologi sumber daya manusia dan standarisasi data geospasial.
Bagi yang belum memiliki geoportal dapat segera menginput geoportal di masing-masing Kabupaten Kota, agar dapat meningkatkan kualitas perencanaan dalam pembangunan di daerah masing-masing.
Produsen data JGID Provinsi Kaltim yang terdiri dari beberapa perangkat daerah, agar terus meningkatkan penyediaan data geospasial.
Mengingat target informasi geospasial alternatif pada RPJMD Kaltim di tahun 2023 sebanyak 200.
Sehingga dapat mendorong inovasi pemanfaatan data informasi geospasial untuk memberikan solusi persoalan masyarakat serta menghasilkan keberlanjutan inovasi di daerah.
"Kami yakin dukungan dari semua pihak dapat diwujudkan, yaitu dalam suatu peta satu data untuk mewujudkan kaltim berdaulat," terangnya.
(BorneoFlash.com/Niken Sulastri)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar