BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mulai melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kota Balikpapan.
Pencanangan yang mengusung tema "Melindungi Anak Indonesia dari penyakit penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi" dibuka secara langsung oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud di Gedung Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Rabu (18/5/2022).
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyambut baik pencanangan ini, karena BIAN sebagai upaya membangun kembali kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi bagi anak. Pasalnya, selama pandemi Covid-19 anak yang melakukan imunisasi berkurang 80 persen.
"Covid memang harus diwaspadai tetapi di pasca pandemi Covid-19 tidak juga mengabaikan anak-anak kita melakukan imunisasi. BIAN ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," ungkapnya.
Pelaksanaan Bian menyasar sebanyak 111 ribu anak di Kota Balikpapan untuk melakukan imunisasi campak rubella dengan anak berusia 9 bulan hingga 12 tahun. Termasuk imunisasi kejar.
Walikota berharap puskesmas yang ada di seluruh Kota Balikpapan dapat dimanfaatkan, termasuk posyandu dapat difungsikan kembali, untuk membantu mempercepat imunisasi kepada anak-anak di Kota Balikpapan.
"Mudah-mudahan target sasaran dalam satu bulan ini bisa kita laksanakan," ucapnya.
Ia mengingatkan kepada masyarakat agar dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara konsisten, karena sebagian besar penyakit bersumber dari kurangnya kedisiplinan dalam menjaga kebersihan dan pola hidup yang tidak sehat.
“Mari kita hargai kesehatan sebagai aset berharga untuk menjalani hidup yang produktif dan bahagia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan, secara nasional latar belakang kegiatan ini bahwa komitmen negara untuk eliminasi campak rubela pada tahun 2023.
Kemudian komitmen negara Indonesia untuk ikut mempertahankan status dunia bebas polio di tahun 2026.
"Kenyataan yang kita hadapi, pandemi mengakibatkan penurunan status imunisasi rutin anak yang secara nasional turun 84 persen.
Penurunan tersebut dikarenakan kondisi pandemi selama dua tahun menyebabkan anak-anak banyak yang tertunda dengan berbagai alasan.
Sehingga menyebabkan kejadian luar biasa terhadap anak di 20 Kabupaten Kota di seluruh Indonesia.
"Alhamdulillah, di Kota Balikpapan tidak ada naik difteri maupun Hepatitis Akut yang menjadi topik isu nasional saat ini. Namun kita wajib ikut serta mengikuti BIAN," ungkapnya.
Untuk itu Pemerintah pusat melakukan strategi dalam satu bulan 18 Mei-18 Juni 2022 untuk melaksanakan BIAN.
Dengan sasaran sebanyak 120.932 anak di Kota Balikpapan, untuk melakukan imunisasi campak rubella dengan anak berusia 9 bulan hingga 12 tahun. Termasuk imunisasi kejar.
Imunisasi kejar adalah sweeping yang dilakukan bagi anak yang status imunisasinya bolong-bolong selama dua tahun. Misalnya imunisasi hepatitis belum lengkap atau imunisasi DTT, dikarenakan takut datang imunisasi karena pandemi Covid-19.
"Jadi ada dua macam kegiatan dalam BIAN ini. Imunisasi yang bolong-bolong akan dilengkapi," imbuhnya.
Selama periode BIAN, satu dosis imunisasi campak rubella akan diberikan terlepas dari status imunisasi sebelumnya. Hal ini sesuai dengan target berdasarkan rekomendasi yang ditetapkan untuk masing-masing wilayah.
“Satu atau lebih jenis imunisasi akan diberikan untuk melengkapi status imunisasi anak usia kurang dari 5 tahun,” terangnya.
(BorneoFlash.com/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar