Bank Indonesia Balikpapan

Jelang Idul Fitri, Bank Indonesia Balikpapan Siapkan Uang Kartal Sebesar Rp 3,1 Triliun

lihat foto
Kpw Bank Indonesia Cabang Balikpapan menggelar bincang bareng media, untuk menyampaikan kesiapan Bank Indonesia menyambut Idul Fitri dan Kondisi Ekonomi Terkini yang berlangsung di Kantor Kpw Bank Indonesia Cabang Balikpapan, Kamis (21/4/2022). Foto: Born
Kpw Bank Indonesia Cabang Balikpapan menggelar bincang bareng media, untuk menyampaikan kesiapan Bank Indonesia menyambut Idul Fitri dan Kondisi Ekonomi Terkini yang berlangsung di Kantor Kpw Bank Indonesia Cabang Balikpapan, Kamis (21/4/2022). Foto: BorneoFlash.com/Niken.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan Wilayah (Kpw) Bank Indonesia Cabang Balikpapan menggelar bincang bareng media, untuk menyampaikan kesiapan Bank Indonesia menyambut Idul Fitri dan Kondisi Ekonomi Terkini yang berlangsung di Kantor Kpw Bank Indonesia Cabang Balikpapan, Kamis (21/4/2022).

Bincang bareng media dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Cabang Balikpapan R Bambang Setyo P, didampingi Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Ratna Wardaningsih.

Dalam pertemuan tersebut, R Bambang Setyo P menyampaikan bahwa dalam rangka menjelang Hari Raya Idul Fitri kebutuhan uang meningkat.

Proyeksi kebutuhan uang kartal selama bulan Ramadhan 2022 di wilayah kerja kantor Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Paser sebesar Rp 1,62 triliun atau meningkat sebesar 4,3 persen dibandingkan tahun 2021 yakni Rp 1,13 triliun.

Khusus di wilayah kerja Kota Balikpapan, Bank Indonesia menyediakan uang kartal sebesar Rp 3,1 triliun atau naik 196 persen dari proyeksi kebutuhan Ramadhan 2022.

Hal itu dikarenakan, pada tahun 2022 ini kasus Covid-19 semakin melandai sehingga Pemerintah memberikan kelonggaran kebijakan salah satunya perjalanan bagi masyarakat, yang berdampak pada mobilitas masyarakat yang semakin tinggi.

Apalagi Kota Balikpapan sebagai pintu gerbang Ibu Kota Negara (IKN) tentunya banyak para pengunjung datang ke Balikpapan, untuk meninjau IKN.


Untuk pelayanan penukaran uang selama bulan Ramadhan, Bank Indonesia menyediakan 119 titik perbankan di Balikpapan, PPU dan Paser dan penukaran di perbankan di buka pada tanggal 4-28 April 2022 pada waktu jam kerja sesuai jam operasional bank masing-masing.

Tak hanya itu saja, Bank Indonesia juga melayani Kas Keliling Bank Indonesia pada tanggal 19-21 April 2022 di Bazar Ramadhan Pasar Segar. Tetapi, sebelumnya pemohon sudah mendaftarkan diri melalui aplikasi pintar atau https://pintar.bi go.id.

"Masyarakat yang berminat dapat mendaftarkan penukarannya melalui aplikasi pintar atau hhtps://pintar.bi go.id sesuai dengan petunjuk yamg tersedia. Jadi kita nanti di pasar segar hanya melayani saja," ujarnya.

Selain itu juga, Bank Indonesia bekerja sama dengan beberapa aparat yakni Kodim 0905/Balikpapan, Polda Kaltim, Brimob dan Danlanal untuk melayani penukaran uang secara kolektif.

Sementara itu, mengenai kondisi ekonomi terkini berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan berhasil mencatat pertumbuhan perekonomian sebesar 4,65 persen year on year.

"Ini meningkat cukup besar dibandingkan kinerja tahun 2020 terkontraksi -0,69 persen year on year. Tahun 2021 sudah menunjukkan perkembangan yang cukup baik menjadi tumbuh 4,65 persen," ujarnya kepada awak media.

Hal tersebut, adanya beberapa sektor yang mengalami peningkatan pada tahun 2021 yakni sektor industri pengolahan yang tumbuh mencapai 46,6 persen kemudian disusul sektor konstruksi sebesar 7,03 persen.

Ada Pula sektor yang mengalami penurunan diantaranya sektor informasi dan konfirmasi, sektor pendidikan dan sektor kesehatan.


"Seiring dengan kondisi pandemi yang semakin menunjukkan kebaikan (penurunan kasus Covid-19), sehingga memperlambat kinerja ketiga sektor tersebut," ungkapnya.

Pada bulan Maret 2022, Kota Balikpapan mengalami inflasi 1,09 persen man to man (mtm) tetapi pada bulan sebelumnya terjadi deflasi sebesar 0,51 persen (mtm).

Namun, secara tahunan Kota Balikpapan tercatat sebesar 3,24 persen (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional 2,64 persen (yoy) maupun Kaltim 2,86 persen (yoy).

"Balikpapan cukup tinggi tingkat inflasinya, sehingga ini merupakan perhatian bagi masyarakat dan kalau kita lihat ada hal positif juga berarti ada semacam pergerakan ekonomi juga," serunya.

Adapun komoditas yang menyebabkan inflasi di Kota Balikpapan yakni minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, angkutan udara, cabai rawit maupun ikan layang.

Sedangkan, komoditas mengalami deflasi diantaranya daging ayam, ketimun, kacang panjang, daun kemangi termasuk telur ayam ras.

"Ini menjadi perhatian Bank Indonesia juga, sehingga Bank Indonesia juga mendorong terus dilakukan koordinasi dan sinergi dengan anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), untuk merekomendasikan beberapa upaya seperti pasar murah atau operasi pasar melalui Bulog atau Perusda yang menjembatani," serunya.

(BorneoFlash.com/Niken)
Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar